Soeharto, Presiden ke-2 RI yang Pernah Masuk Daftar Orang Tajir Dunia

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 23:12 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - MAY 06:  People take a photograph near statue of General Soeharto at Soeharto museum on May 06, 2016 in Yogyakarta, Indonesia.  Survivors of Indonesias anti-communist massacres in 1965 called for investigations on the countrys purges, in which hundreds of thousands of people are believed to have been killed by the Indonesian military when the Cold War was escalating in Southeast Asia. Based on human rights groups, half a million people died in 1965 during a massacre carried out by the military and religious groups after an attempted coup by suspected communists, where an officer-led group kidnapped and executed six generals on the night of Septemeber 30, 1965. Known as one of the worst mass atrocities of the 20th century, many among the dead had no connection to Communism, and hundreds of thousands had been held in dentention centers for years during the period. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Jakarta -

Presiden ke-2 Indonesia Soeharto telah meninggal dunia 14 tahun silam, 27 Januari 2008. Nakhoda Indonesia selama 32 tahun yang dikenal juga dengan julukan The Smiling General ini disebut-sebut pernah masuk daftar orang terkaya dunia.

Dalam laporan Washington Post tahun 1998 dijelaskan, Soeharto dikenal sebagai orang yang hidup sederhana. Dia tak pernah mengenakan pakaian mewah atau memakai perhiasan yang mahal.

Meski demikian, Mengutip situs Washington Pos, laporan Forbes menobatkan Soeharto sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Forbes memasukan Soeharto sebagai orang terkaya keenam di dunia dengan kekayaan bersih US$ 16 miliar. Kemudian, keluarga Soeharto tercatat memiliki total kekayaan US$ 30 miliar.

Dalam laporan itu juga disebutkan, sebagian besar kekayaan Soeharto dihasilkan melalui jaringan luas dari yayasan amal yang dipimpinnya. Uang yang dikumpulkan oleh badan amal telah digunakan untuk mendukung operasi politik partai Golkar yang berkuasa.

Para kritikus telah menyerukan penyelidikan apakah Soeharto telah mentransfer kekayaannya ke rekening bank rahasia di Eropa. Sementara, dalam laporan ABC disebutkan Keluarga Cendana memonopoli sejumlah bidang strategis. Bidang itu seperti cengkeh, tol, proyek mobil nasional.

Pada tahun 1998, Transparency International mengklaim bahwa keluarga Soeharto telah mengumpulkan lebih dari US$ 30 miliar.

(acd/hns)