Kisah Inspiratif

Kisah Prajogo Pangestu, Sopir Angkot yang Kini Jadi Taipan Energi-Perkayuan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 22 Mar 2022 07:00 WIB
Prajogo Pangestu
Foto: dok.detikcom
Jakarta -

Nama Prajogo Pangestu memang jarang terdengar sebagai salah satu sosok orang terkaya Indonesia. Namun, pada zaman Presiden kedua Soeharto dia menjadi konglomerat yang disegani di Indonesia.

Pria kelahiran 13 Mei 1944 di Sambas, Kalimantan Barat ini dulunya hanya seorang sopir angkutan kota (angkot). Bahkan Prajogo diketahui hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

Saat ini Prajogo seorang taipan Indonesia yang menduduki urutan nomor 5 orang terkaya di Indonesia, menurut Forbes. Hartanya saat ini per Maret ini, harta Prajogo menjadi US 5,7 miliar atau setara Rp 81.5 triliun (kurs Rp 14.300/dolar AS).

Angka itu naik dari jumlah tahun lalu yang mencatat harta Prajogo sebesar US$ 5,4 miliar atau setara dengan Rp 77,2 triliun.

Putra seorang pedagang karet ini memiliki kisah panjang dalam merintis karirnya. Prajogo hanyalah seorang lulusan SMP karena kondisi keuangan keluarganya yang tidak memadai.

Makanya, Prajogo berpikir untuk mencari pekerjaan. Sempat mengadu nasib ke Jakarta, tetapi belum berbuah hasil yang baik kembalilah dia ke kampung halaman.

Saat kembali itulah, Prajogo bekerja menjadi sopir angkot. Dalam catatan detikcom yang mengutip dari CNBC, Prajogo mengawali karirnya di dunia bisnis pada tahun 1960an, di mana nasibnya berubah saat bertemu dengan pengusaha kayu asal Malaysia, Bon Sun On tau Burhan Uray.

Berawal dari situlah nasib Prajogo berubah. Pertemuan dan hubungannya dengan Burhan Uray membuat Prajogo akhirnya memiliki karir di PT Djajanti Group pada 1969.

Bersambung ke halaman selanjutnya.