Sheldon Adelson, Anak Sopir Taksi yang Jadi Bos Kasino Berharta Rp 432 T

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Sheldon Adelson, Anak Sopir Taksi yang Jadi Bos Kasino Berharta Rp 432 T

Tim Detikcom - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 15:00 WIB
Sheldon Adelson/Reuters
Foto: Sheldon Adelson/Reuters
Jakarta -

Siapa sangka, anak sopir taksi bisa jadi orang kaya raya. Adalah Sheldon Adelson yang awalnya bukan siapa-siapa namun punya harta Rp 432 triliun.

Sheldon Adelson adalah bos pusat judi terbesar di dunia, yaknis Las Vegas. Forbes mencatat pada 2022 Adelson berharta US$ 29,8 miliar atau Rp 432 triliun. Namun, Sheldon menghembuskan napas terakhirnya pada Januari tahun lalu.

Meski begitu, menarik untuk menyimak bagaimana perjalanan pengusaha ini hingga menjadi kaya raya.

Adelson punya masa kecil yang jauh berbeda dengan kehidupannya kala tua. Adelson lahir dari keluarga yang bisa dibilang pas-pasan. Dilansir Vyapaar Jagat, Sheldon lahir dari seorang ibu pengelola toko rajutan dan ayahnya seorang sopir taksi.

Pada usia 12 tahun insting menjadi pengusaha pun muncul. Dia membuka toko koran dengan meminjam modal dari pamannya sebesar US$ 200. Namun tak berlangsung lama. Dia juga sempat menjajal bisnis lain seperti membuat mesin penjual permen, menjadi agen iklan koran, hingga menjual peralatan toilet.

Pada 1950, Adelson masuk ke perguruan tinggi di New York mengambil jurusan corporate finance. Namun studinya itu tak selesai dan lebih memilih bergabung dengan tentara AS.

Tak lama setelah itu, Adelson mundur dari tentara dan mulai bekerja sebagai penasehat investasi dan broker. Di 1960, dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Boston.

Dia kemudian coba-coba investasi di perusahaan perjalanan. Sayangnya, di akhir 1960 pasar saham jatuh dan berimbas padanya. Namun dia tak gampang menyerah, justru berupaya agar bangkit dari keterpurukan.

Titik balik kesuksesannya muncul di 1979. Saat itu dia berhasil membangun bisnis dan mengembangkan perdagangan komputer COMDEX, yang merupakan karya wirausaha pertamanya. Karyanya yang luar biasa menjadikannya pameran dagang komputer teratas, hingga meluas ke kota-kota lain dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Dari situ, kemudian Adelson mengembangkan bisnisnya dengan membeli hotel hingga kasino di Las Vegas. Seiring berjalannya waktu bisnis kasinonya terus berkembang hingga ke Singapura, Timur Tengah, dan Makau.

Pada 1988, Adelson membuka kasino pertamanya dengan membeli Casino Sands yang sudah tua dengan harga yang cukup murah. Kasino pertama ini sekarang merupakan salah satu dari banyak fasilitas yang merupakan bagian dari resor terpadu terbesar di dunia.

Adelson bertemu sang istri, selengkapnya ada di halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT