Kisah Inspiratif

Ini 'Presiden Termiskin' yang Sumbangkan 90% Gaji dan Tolak Tinggal di Istana

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 07:00 WIB
Mantan Presiden Uruguay, Jose Mujica, yang hanya pakai mobil butut VW Beetle
Mantan Presiden Uruguay, Jose Mujica, yang hanya pakai mobil butut VW Beetle/Foto: Dok. BBC
Jakarta -

Pemimpin di dunia identik dengan gaya hidup mewah dan fasilitas yang serba tersedia. Hal itu tidak berlaku bagi Jose Mujica (87), yang lebih memilih hidup sederhana selama menjabat sebagai presiden Uruguay pada periode Maret 2010-2015.

Gaya hidup sederhananya menjadi sorotan dan perhatian dunia hingga julukan 'Presiden Termiskin di Dunia' sangat melekat pada dirinya sampai saat ini. Jose Alberto Mujica Cordano, demikian nama lengkapnya, menyumbangkan 90% gajinya untuk beramal kepada warga miskin.

Dikutip dari New York Times, Kamis (12/5/2022), gaji Mujica saat menjabat sebagai presiden sebesar US$ 12 ribu atau saat itu setara Rp 116 juta per bulan (kurs Rp 9.700). Dia hanya menyisakan US$ 800 atau Rp 7,7 juta gajinya, nyaris seperti rata-rata pendapatan per kapita Uruguay saat itu yakni US$ 775 atau Rp 7,5 juta.

Pada 2010 saat menjadi presiden, Jose Mujica wajib melaporkan hartanya dan diketahui berjumlah US$ 1.800 atau Rp 17,4 juta. Itu pun hanya berasal dari mobil tua miliknya, Volkswagen (VW) Beetle buatan tahun 1987.

Selama menjabat sebagai presiden, Mujica juga menolak tinggal di istana kepresidenan dan lebih memilih hidup di rumah peternakan di pinggiran Montevideo bersama istrinya, Lucia Topolansky. Mereka tidak memiliki anak, tetapi ada seekor anjing berkaki tiga bernama Manuela yang selalu menghiasi hari-harinya.

Jangan bayangkan ada sekompi Paspampres berjaga ketat karena rumah Mujica hanya dijaga dua polisi serta beberapa anjing miliknya termasuk Manuela. Jangan bayangkan pula ada kepala pelayan atau kepala rumah tangga yang bisa melayani dan memasak apa saja seperti layaknya rumah kepala negara.

Jose Mujica dan istrinya bekerja sendiri memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk menggarap tanah pertanian mereka dengan bercocok tanam bunga krisan untuk dijual. Maklum, profesi asli Mujica adalah petani.

Keputusan untuk membantu orang banyak ketimbang meningkatkan gaya hidup kemungkinan karena kondisi sulit yang pernah dialami Mujica. Saat berusia 5 tahun, ayahnya meninggal dalam kondisi keluarga kesulitan uang dan dirinya harus bekerja membantu mengantarkan barang untuk toko roti setempat.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Sosok Desboy, Pelindung Anak Jalanan Tanah Merah

[Gambas:Video 20detik]