ADVERTISEMENT

Kisah Jusuf Hamka, Bos Jalan Tol yang Bermimpi Bangun 1.000 Masjid

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 27 Apr 2022 03:30 WIB
Jusuf Hamka
Foto: YouTube: Helmy Yahya Bicara
Jakarta -

Setiap orang pasti memiliki mimpinya masing-masing, tapi adakah yang mempunyai mimpi membangun 1.000 masjid?

Jika Anda berpikir tidak ada orang yang mempunyai mimpi seperti itu, nampaknya Anda harus mengenal seorang Jusuf Hamka.

Pria kelahiran Desember 1957 ini berniat membangun 1.000 masjid berdesain oriental di seluruh Indonesia. Dia ingin menyatukan kebhinekaan antara Islam dan Tionghoa.

Dengan niat membangun 1.000 masjid, Jusuf pun mengamanatkan kepada anak-anaknya untuk meneruskan pembangunan saat dia sudah dipanggil sang Khaliq.

Sosok Jusuf Hamka sendiri dikenal sebagai pengusaha sukses kenamaan di Indonesia. Namanya juga dikenal sebagai bos jalan tol.

Ia tercatat pernah menduduki jabatan penting sebagai Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), salah satu kontraktor swasta yang banyak terlibat di pembangunan jalan tol di tanah air.

Dari catatan detikcom, terungkap perjalanan hidup Jusuf Hamka sendiri terbilang unik. Di masa muda, dia pernah mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama, tapi tak ada yang tuntas. Bukan karena kurang cerdas, cuma dia memang tak suka dengan formalitas. Meski tak punya ijazah formal, lelaki kelahiran Samarinda, itu tidak pernah minder dalam bergaul.

Buktinya dia pernah dekat dengan Keluarga Cendana, menjadi anak ideologis ulama besar Prof Buya Hamka, dan sejak muda hingga kini berkarib dengan bos Artha Graha Tomy Winata.

Sisi lain hidupnya juga tak kalah menarik. Lelaki yang semula bernama Josef Alun itu mengisahkan awal dirinya memeluk Islam dan mengenal Buya Hamka. Ulama sekaligus sastrawan itu yang membimbingnya membaca syahadat pada 1981, dan mengangkat sebagai anak ideologisnya.

Jusuf Hamka juga mengungkapkan kebanggaannya ketika putri sulungnya, Fitria Jusuf, akhirnya bersedia membaca syahadat pada 13 Maret lalu.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT