Cikal Bakal Es Krim Wall's yang Berawal dari Bisnis Sosis

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Cikal Bakal Es Krim Wall's yang Berawal dari Bisnis Sosis

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 08:15 WIB
Delicious strawberry ice cream in a bowl.
Foto: iStock
Jakarta -

Siapa yang tidak kenal dengan Wall's, merek es krim ternama yang keberadaannya sering kita jumpai di mana-mana. Di balik kesuksesannya yang telah berdiri selama satu abad itu, ada satu sosok inspiratif yang berhasil bertahan di tengah gejolak perang dunia, ialah Richard Wall.

Richard Wall memulai kariernya dengan menjadi seorang tukang daging babi di St James' Market, London. Sebelum ia membuka usahanya sendiri, Richard memulai kariernya dengan menjadi pekerja magang kepada Edmund Cotterill, seorang tukang daging babi di St Jame's Market dari tahun 1790.

Dari sanalah, Wall berhasil menjadi mitra Cotterill hingga akhirnya berhasil menjadi pemilik tunggal toko tersebut pada tahun 1807. Bisnisnya berkembang hingga ia menjadi pemasok daging di tempat-tempat besar, salah satunya ialah Carlton House, rumah kediaman George, Pangeran Wales. Pada tahun 1812, Richard menerima Royal Appointment pertamanya sebagai "Pemasok Daging Babi," sampai masa pemerintahan Raja George IV.

Di masa kejayaannya ini, pada tahun 1831 Richard Wall mampu untuk menyewa tempat di Crown 113 Jermyn Street, di mana ia mulai menjual produk sosis buatannya. Anak pertamanya pun lahir, ialah seorang putra bernama Thomas Wall, disusul seorang putri yang diberi nama Eleanor pada tahun 1824.

Hingga akhirnya Richard pun meninggal pada 19 Juni 1838, dan meninggalkan istrinya yang bernama Ann dan kedua anaknya itu. Ann dan Thomas, yang saat itu baru berusia 19 tahun, melanjutkan bisnis tersebut sebagai Ann Wall and Son. Hingga di tahun 1840 Ann meninggal tidak lama setelah kepergian suaminya, dan Thomas Wall mengambil alih bisnis tersebut.

Thomas Wall II, anak dari Thomas Wall, mulai terjun ke perusahaan tersebut sebagai pekerja magang di tahun 1870. Di tahun 1878 ketika Federic, putra kedua Thomas, mengikuti jalan yang sama, perusahaan tersebut berubah nama sebagai Thomas Wall & Son. Thomas dan Frederic berhasil mentransformasikan bisnis tersebut sebagai bisnis sosis yang paling dikenal di Britania Raya. Bahkan, Queen Victori pun mendapat suplai mingguan dari toko di Jermyn Streey Shop itu. Perusahaan baru mulai membuka grosir di seluruh Inggris pada tahun 1900. Dan di tahun 1903, permintaan yang kian meningkat membuat sebuah pabrik dibuka di Battersea.

Bisnis tersebut didaftarkan sebagai T Wall & Sons Ltd di tahun 1905, setelah berhasil mengakuisisi saingannya. Dan pada tahun 1919 rumah biara seluas enam hektar dan pekarangan di Acton juga diakuisisi, hingga sebuah pabrik sosis besar dibangun di sana pada masa itu.

Hingga akhirnya di tahun 1913, permintaan untuk sosis, pai, dan dagingnya turun di setiap musim panas. Thomas Wall II pun menyusun ide untuk membuat es krim di musim panas untuk menghindari pemecatan staf.

Thomas WallThomas Wall Foto: Dok: Ist

Pada tahun 1920 William Hesketh Lever mengakuisisi perusahaan T Wall & Sons. Ia menjual bisnis ke Lever Brothers pada tahun 1922, yang dari tahun 1929 menjadi bagian dari Unilever. Atas permintaan Lever, perusahaan mulai memproduksi es krim selama bulan-bulan musim panas, ketika penjualan sosis menurun. Produksi dimulai pada tahun 1922 dengan kecepatan 150 galon seminggu.

Akhir kisah keluarga Wall ditutup setelah penjualan tersebut. Frederick Charlton Wall meninggal pada tahun 1924 dengan harta senilai £210.866 atau hampir setara dengan Rp 3,3 miliar pada masa ini (kurs Rp 15.514,22).

Dilanjutkan dengan Thomas Wall II yang mengabdikan dirinya untuk amal yang didedikasikan untuk pendidikan kaum muda. Modal yang ia keluarkan melalui hasil penjualan perusahaannya memungkinkan dia untuk mendirikan Thomas Wall Trust, dengan modal sebesar
£233.000 atau setara dengan Rp 3,6 miliar rupiah pada masa ini (kurs Rp 15.514,22), untuk membiayai para murid dan mahasiswa yang membutuhkan. Wall meninggal di tahun 1930 dengan harga senilai £288,116, dan seluruh harta kekayaannya disumbangkan ke Thomas Wall Trust.

Meskipun sudah dioperasikan di bawah Unilever, tujuh juta ton es krim akhirnya diproduksi pada tahun 1945. Tidak hanya itu, pada tahun 1954 T Wall & Sons berhasil menjadi produsen sosis dan pai daging terbesar di Inggris pada tahun. Mereka memiliki pabrik di Willesden.

Hingga akhirnya di tahun 1956 sebagian besar bisnis daging dipindahkan ke Atlas Road, Park Royal, London, dengan Acton pergi untuk berkonsentrasi pada produksi es krim. Pabrik Acton mempekerjakan 4.000 orang pada tahun 1960. 20 juta ton es krim diproduksi setiap tahun pada tahun 1960, dan Wall's adalah produsen es krim terbesar di dunia. Meski bisnis daging sempat berpindah alih ke beberapa perusahaan, es krim Wall's masih terus beroperasi hingga saat ini.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT