ADVERTISEMENT

Profil Emirsyah Satar yang Jadi Tersangka, Awali Karier di Big 4 Company

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 14:51 WIB
Mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, jalani sidang dakwaan Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia didakwa menerima suap pengadaan mesin pesawat Garuda Indonesia.
Momen Emirsyah Satar Dengarkan Dakwaan/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo sebagai tersangka.

Kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka anyar kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PTGaruda Indonesia. Begini sosok Emirsyah Satar.

Jika dilihat dari rekam jejaknya berkarir, Emirsyah sebenarnya berperan dalam mendongkrak kinerja Garuda selama menjadi Dirut maskapai pelat merah itu dari 2005-2014.

Sebelum berkiprah di Garuda, Emirsyah mengawali karir sebagai auditor di kantor akuntan Pricewaterhouse Coopers (PwC) pasca lulus dari Fakultas Ekonomi UI pada 1986. PwC merupakan salah satu kantor akuntan publik (KAP) yang masuk jajaran big 4.

Kemampuan Emirsyah Satar di bidang keuangan, membuatnya pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan terkenal seperti Citibank, Jan Darmadi Group, dan Bank Danamon Tbk.

Emirsyah Satar merupakan pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959, dari orang tua berdarah Minang. Pada 1998 Emir sempat menjadi Executive Vice President Finance (CFO) Garuda Indonesia. Di posisi ini, Emir berperan penting dalam restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia hingga 2001.

Di 2003, Emirsyah Satar meninggalkan Garuda dan bergabung dengan Bank Danamon Tbk. Emir menjabat sebagai Wakil CEO Danamon.

Setelah 2 tahun di Danamon, Emirsyah akhirnya kembali lagi ke Garuda dan menduduki posisi Dirut. Emirsyah cukup lama memegang jabatan Dirut Garuda dari 2005-2014.

Saat masuk di Garuda, Emirsyah harus menangani keuangan perusahaan yang di ambang kebangkrutan. Kerugiannya mencapai Rp 5 triliun. Setelah kurang lebih 9 tahun memimpin Garuda, Emir mengundurkan diri pada 8 Desember 2014. Setelah meninggalkan Garuda, Emirsyah menjabat sebagai Chairman MatahariMall.com

Hingga akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus suap pembelian mesin pesawat. Peristiwa ini terjadi saat Emirsyah masih menjabat Dirut Garuda Indonesia.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT