ADVERTISEMENT

Sylvia Bloom, Wanita Sederhana yang Diam-diam Beramal Rp 87 Miliar

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Jun 2022 07:15 WIB
Sylvia Bloom
Sylvia Bloom. Foto: Dok. New York Times
Jakarta -

Sosok inspiratif kali ini bukanlah seorang hartawan yang memiliki kekayaan berlimpah. Meski begitu sifatnya patut untuk diteladani karena memiliki hati yang sangat baik.

Dia adalah Sylvia Bloom. Mungkin sedikit orang yang tahu tentang kisah hidupnya. Sebab dia sebenarnya hanya seorang seorang sekretaris firma hukum asal Brooklyn, Amerika Serikat (AS).

Meski begitu kisah hidupnya bisa membuat orang takjub. Dia memang tidak memiliki kekayaan berlimpah, tapi Sylvia Bloom rela menyumbangkan sebagian besar harta yang dimilikinya untuk beramal.

Kisah Bloom dimulai saat semua orang dibuat kaget dengan sebuah sumbangan yang masuk ke dalam lembaga amal Henry Street Settlement di AS medio 2016 lalu. Pasalnya, sumbangan sebesar US$ 6,24 juta atau setara dengan Rp 87,3 miliar menjadi sumbangan terbesar dalam 125 tahun terakhir.

Setelah ditelusuri uang sebanyak itu disumbangkan oleh Sylvia Bloom. Sumbangan itu merupakan harta yang dikumpulkan Sylvia selama 67 tahun bekerja sebagai sekretaris firma hukum.

Menariknya, meski bukan siapa-siapa Sylvia justru mampu mengumpulkan uang sebesar itu. Kok bisa? Jelas bisa, Sylvia memiliki cara unik untuk mengumpulkan uangnya, yaitu dengan mengamati investasi yang dilakukan oleh pengacara yang dia layani dan ikut melakukan investasi di sana.

Jadi apabila bosnya membeli saham, dia pun akan membelinya juga meskipun jumlahnya kecil. Hingga akhir hidupnya, baru terungkap Sylvia telah mengolah aset lebih dari US$ 9 juta atau sekitar Rp 126 miliar.

Sylvia juga tidak pernah sekalipun bercerita tentang hartanya kepada siapapun. Menurut Jane Lockshin, keponakannya yang mengelola dana amal tersebut, semua orang tidak ada yang menyangka bahwa Sylvia bisa memiliki harta sebesar itu.

"Saya menyadari dia memiliki jutaan dan dia tidak pernah menyebutkan sepatah kata pun. Ku rasa dia tidak berpikir itu urusan siapa pun selain miliknya sendiri," ungkap Jane.

Jane mengatakan Sylvia mengizinkan sejumlah uang untuk diserahkan kepada kerabat dan temannya. Tetapi sebagian besar kekayaannya akan diberikan untuk mendanai beasiswa bagi yang membutuhkan.

Lanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Moorissa Tjokro: Berpikir Kritis Jadi Keterampilan yang Wajib Diasah"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT