ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Kisah Dirut Waroeng Steak, dari Cuci Hotplate hingga Pimpin Ratusan Cabang

Hanifah Widyas - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 11:29 WIB
Dirut Waroeng Steak & Shake Riyanto
Foto: Waroeng Steak & Shake-Dirut Waroeng Steak & Shake Riyanto
Jakarta -

Riyanto, pria asal Wonogiri, Jawa Tengah sukses menjadi Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia berkat prinsipnya yang jujur, amanah, dan terus belajar. Pria yang akrab disapa Rinto ini mengawali pekerjaannya di Waroeng Steak & Shake sebagai tukang cuci piring.

Rinto mengatakan perjalanan yang ia lalui bukan jalan yang mudah. Dengan semangat, Rinto membagikan cerita di balik pencapaian suksesnya sebagai pemimpin perusahaan yang kini telah memiliki ratusan cabang itu.

"Saya memiliki 3 prinsip dalam hidup yang saya pegang sampai detik ini. Prinsip jujur, amanah, dan terus belajar," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (5/7/2022).

Rinto mengungkapkan dirinya tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana semasa kecil. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Rinto tidak ingin berpangku tangan, apalagi harus menuntut banyak keinginan kepada orang tuanya.

Rinto sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar karena harus mencari nafkah di Kota Solo. Ia tinggal di kampung bersama neneknya dan belajar hidup mandiri dengan membantu pekerjaan tani sang nenek.

Tidak hanya membantu sang nenek, ia juga mencari uang saku tambahan dengan bekerja part time di warung bakso kaki lima yang berada di pasar sambil menamatkan pendidikan SLTA-nya. Selama perjalanannya mencari nafkah untuk mendapat uang saku tambahan dan membantu membayar uang sekolah, Rinto bercerita ia pernah menjadi figuran sinetron Wiro Sableng yang kebetulan mengambil lokasi syuting di daerahnya.

Namun, semua usahanya dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Ia tetap melakoninya sambil terus melanjutkan pendidikan. Rinto memiliki prinsip bekerja dengan semangat dan totalitas selama pekerjaan tersebut halal dan tidak merugikan orang lain.

Impian Rinto untuk berkuliah tidak padam meskipun ia sadar kedua orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ia bertekad untuk terus belajar mengembangkan potensi diri meski tidak lewat pendidikan formal.

Usaha tersebut ia mulai dengan membaca buku-buku tentang kiat usaha dan kisah sukses pengusaha. Semua buku yang ia baca menjadi motivasi hidupnya untuk bekerja. Rinto memiliki mimpi bahwa suatu hari nanti dirinya bisa sukses dengan bekerja, apalagi di perusahaan yang owner-nya mempunyai visi bisnis sukses dunia akhirat.

Usaha Rinto membuahkan hasil dan mimpinya terkabul. Saat ini, Rinto berhasil menjabat sebagai Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia sejak awal tahun 2022. Dia bangga dapat mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang food & beverage itu.

"Perjuangan yang saya tempuh dari bawah tidaklah mudah. Selain perlu waktu yang panjang, untuk mencapai kesuksesan juga butuh keikhlasan, masuk sebagai staf outlet bertugas mencuci hotplate pada tahun 2000," ungkapnya.

"Saya tekuni dan terus belajar menguasai bidang lain seperti waiters, kasir, cooking membuat saya dipercaya menjadi Supervisor. Tahun 2002 saya diamanahi menjadi Manajer operasional kota Semarang dengan membuka 3 outlet dalam tempo 1 tahun dan sukses," lanjutnya.

Kepercayaan pimpinan terhadap Rinto terus tumbuh, salah satunya dibuktikan dengan kepercayaan yang diberikan untuk mengembangkan Waroeng Steak & Shake di Kota Jakarta dan Medan dalam waktu singkat. Pada tahun 2014, Rinto mulai masuk dalam jajaran top manajemen setelah 14 tahun berada di divisi operasional. Ia pun mendapat tugas baru di divisi litbang.

Pada tahun 2016, ia kembali diminta untuk menangani divisi operasional regional DIY Jateng, Jatim, Bali dan Makassar. Sementara itu, pada tahun 2020 restrukturisasi kembali terjadi dan pemilik memutuskan Waroeng Steak & Shake menjadi badan usaha.

"Berbentuk PT Dan Alhamdulillah, saya diberi amanah dan tanggungjawab yang lebih besar lagi menjadi direktur. Saya mencapai titik dimana saat ini merupakan buah hasil dari Dream, Pray, dan Action (Ikthiar) saya," ujar laki-laki yang suka dengan klub bola Chelsea ini.

"Tetapi yang jauh lebih membuat saya merasa bersyukur adalah dimana perusahaan ini selalu mengedepankan sisi spiritual leadership kepada semua karyawannya. Perusahaan menciptakan sebuah budaya dengan program spiritual company, di mana semua pekerjaan diniatkan untuk ibadah sehingga hasil yang kita dapatkan adalah keberkahan," ujar Rinto.

Sebagai informasi, Waroeng Steak & Shake merupakan restoran steak asli Indonesia yang terus tumbuh di tengah ketatnya persaingan dalam dunia kuliner dan kini sudah menjajaki usia 22 tahun. Bahkan, Waroeng Steak & Shake telah menjadi role model bagi banyak pelaku UMKM di Tanah Air.

Waroeng Steak & Shake menjadi role model dalam penerapan program spiritual company untuk meningkatkan leadership karyawan dari sisi spiritual. Program yang sudah dijalankan sejak 2010 ini memiliki kegiatan, di antaranya sholat wajib berjamaah, sholat sunnah dhuha dan membaca AlQuran sebelum bekerja, pelajaran tahsin per pekan, hafalan surat pilihan (Al-Mulk, Yasin, Ar-Rahman dan Al-Waqiah) sebagai syarat undian umroh untuk karyawan, serta kegiatan pengajian bersama masyarakat sekitar.

(ega/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT