Perjuangan Mantan Gelandangan Dipecat Sana-sini Hingga Berharta Rp 41,7 T

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Perjuangan Mantan Gelandangan Dipecat Sana-sini Hingga Berharta Rp 41,7 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 08 Jul 2022 07:23 WIB
Sleeping on the streets of Las Vegas will be illegal in downtown and residential areas of the gambling city (AFP Photo/JEWEL SAMAD)
Ilustrasi Gelandangan. Foto: AFP Photo/JEWEL SAMAD
Jakarta -

Meraih kesuksesan dalam hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi, roda nasib pasti akan berputar selama mau berjuang dan bekerja keras.

Hal ini dibuktikan langsung oleh John Paul DeJoria, miliarder sukses asal Amerika Serikat (AS) yang dulunya seorang gelandangan. DeJoria sukses di bisnisnya di perusahaan pembuat produk perawatan rambut John Paul Mitchell Systems, dan juga produsen tequila Patrón Spirits Co.

Pencapaiannya saat ini merupakan hasil perjuangannya sejak masa muda. DeJoria dibesarkan di Los Angeles dan sempat dirawat orang tua asuh karena ibu kandungnya tak mampu.

Setelah melebihi batas usia anak asuh, ia menjadi gelandangan yang tidak punya tempat tinggal. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menyerah.

DeJoria bekerja serabutan demi bertahan hidup di jalanan. Beberapa pekerjaan sempat dijalaninya, mulai dari penjual kartu Natal, ensiklopedia, dan lain sebagainya.

"Jika Anda hanya berharap pada makanan gratis, Anda tak akan pergi ke mana-mana, Anda hanya berdiam diri dan merasa bosan," kata John Paul DeJoria seperti yang dikutip dari NBC, Jumat (8/7/2022).

Ketika ia berjualan ensiklopedia dari pintu ke pintu sering kali menghadapi penolakan secara langsung. Meski begitu, ia terus bekerja keras.

Kemudian, DeJoria pernah bekerja di perusahaan produsen produk perawatan rambut Redken dan Fermodyl Hair Care. Malangnya, kedua perusahaan tersebut justru memecat DeJoria.

Siapa sangka, pengalaman yang didapatkannya tersebut memberi inspirasi untuk dirinya mendirikan perusahaan. Bersama Paul Mitchell, mitra bisnisnya, keduanya mendirikan John Paul Mitchell Systems pada tahun 1980 dengan modal awal US$ 700 atau Rp 10,4 juta (kurs Rp 14.900).

Meski hanya berjualan dari mulut ke mulut, produknya mulai dilirik masyarakat. Kemudian, dalam kurun waktu dua tahun, perusahaan yang dijalankan keduanya bernilai jutaan dolar. Bahkan, kini perusahaannya itu bernilai miliaran dolar.

Pada 1989, ia dan rekannya Martin Crowley membeli saham Patrón Spirits. Lalu, pada 2018 ia menjualnya pada Bacardi dengan nilai US$ 5,1 miliar.

Dilansir Forbes, John Paul DeJoria yang sudah berusia 78 tahun masuk ke jajaran orang paling kaya di dunia. Total kekayaannya US$ 2,8 miliar atau Rp 41,7 triliun.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT