Soy M Pardede Jagokan Brasil

Soy M Pardede Jagokan Brasil

- detikFinance
Jumat, 16 Jun 2006 11:30 WIB
Tabanan - Di tengah pesta sepakbola dunia, anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Soy Martua Pardede yang gibol ini terpaksa gigit jari.Kesibukannya sebagai Ketua Steering Committee 'The 2nd ASEAN Conference on Competition Policy & Law' memaksa Soy melewatkan pertandingan-pertandingan favoritnya.Namun Soy yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin ini tetap memantau perkembangan Piala Dunia di sela-sela konferensi yang berlangsung di Hotel Le-Meridian, Tabanan, Bali."Saya sibuk banget sampai hobi saya nonton bola terlewat. Tapi saya masih tanya waktu makan ke teman-teman siapa yang menang dan skornya. Saya tetap jagokan Brasil. Idola saya Ronaldinho," ujar Soy dalam perbincangannya dengan detikcom di sela-sela konferensi, Jumat (16/6/2006).Pria yang paling dituakan di lingkungan KPPU ini mengaku ia dan keluarganya sangat gibol. Bahkan pada event akbar empat tahunan itu, Soy bersama keluarganya bela-belain ke luar negeri untuk menontong langsung."Saya bersama keluarga waktu World Cup dulu langsung nonton ke sana. Saya pernah ke Italia, Amerika, Orlando dan Turin, Barcelona. Bahkan di airport di sela waktu menunggu, pasti saya sempatkan menonton bola," kata pria kelahiran 4 Oktober 1960 itu.Sebagai seorang gibol, Soy pun tak lupa mengomentari tim PSSI. Menurut pria lulusan Universitas Kagawa ini, tim sepakbola Indonesia masih sangat jauh menuju ke Piala Dunia. "Pemain bola kita main bola pakai karate dan tinju sih," cetusnya sambil tertawa.Bak komentator sepakbola, pria yang jadi favorit wartawan ini menilai ada yang salah dalam pembinaan atlet di Indonesia."Menurut saya ini karena pengorganisasian yang salah dalam memilih orang. Misalnya saja di PSSI bukan seperti di negara lain, di mana organisasinya berisi mantan atlet atau atletnya. Di Indonesia malah diisi politikus," ujarnya prihatin.Ia pun mengenang era kejayaan sepakbola Indonesia pada 1968-1970. Dalam kenangan pria yang hobi joging dan golf itu, Indonesia pernah menang atas Jepang, Malaysia, dan Bangkok pada masa itu."Momen indah itu tidak akan terulang. Di ASEAN saja diragukan, apalagi lingkup Asia," tutup Soy dengan prihatin. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads