Donald Bren, Konglomerat Pemilik Ratusan Gedung Tinggi di AS

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif

Donald Bren, Konglomerat Pemilik Ratusan Gedung Tinggi di AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 07:07 WIB
Sebagai kota metropolitan terpadat di dunia Kota New York memiliki arsitektur dan monumen yang khas. Yuk, kita menjelajah.
Ilustrasi Gedung di AS. Foto: Getty Images
Jakarta -

Adalah Donald Bren, seorang konglomerat properti asal Amerika Serikat (AS) yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Kira-kira properti yang telah dia bangun di berbagai wilayah sekitar 560 gedung perkantoran hingga 130 kompleks apartemen.

Dengan semua properti yang dia miliki hari ini, Forbes mencatat kekayaan bersihnya US$ 16,2 miliar atau sekitar Rp 243 triliun (kurs Rp 15.000/US$).

Pria dengan usia 90 tahun ini lahir pada tahun 1932 dan sebenarnya Bren tumbuh di lingkungan yang sudah kaya. Ayahnya, Milton Bren, adalah seorang produser film Hollywood keturunan Yahudi. Ibu Bren bernama Marion Jorgensen yang merupakan cucu seorang pemilik pabrikan roda kereta api Irlandia yang sukses.

Namun, kehidupannya berupa saat kedua orang tuanya harus bercerai. Bren diharuskan bekerja selama liburan sekolah dan membantu ayahnya memperbaiki properti sewaannya.

Semasa di bangku kuliah pada tahun 1956, Bren lulus dengan gelar sarjana bisnis dari University of Washington. Saat itu juga untuk membiayai kuliahnya, dia harus bekerja dan mengejar beasiswa.

Tak lama dari itu, Bren beralih berbisnis di dunia properti dan mendirikan perusahaan Bren Company, sebuah perusahaan pengembangan properti yang membangun rumah di Orange County, California.

Proyek pertamanya adalah rumah kecil di Lido Isle, sebuah pulau buatan di lepas pantai Newport Beach.Dia membiayai proyek itu dengan pinjaman sebesar US$ 10.000 dari Bank of America. Pada saat itu, proyek terbesarnya adalah pembangunan kota seluas 10.000 hektar di Mission Viejo, California.

Pada tahun 1970, International Paper Co., perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia mengakuisisi Bren Company sebesar US$ 34 juta.

Dua tahun kemudian resesi melanda California. Hal ini mengakibatkan penurunan dramatis dalam nilai properti, dan itu memberi Bren kesempatan untuk membeli kembali perusahaannya dari International Paper dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga jualnya. Dia akhirnya mengakuisisi perusahaan itu US$ 22 juta.

Pada tahun 1977, sebuah peternakan seluas 185 mil persegi yang dikenal sebagai Peternakan Irvine dijual. Banyak perusahaan yang berminat untuk membeli peternakan itu. Salah satu perusahaan tersebut adalah Mobil Corp, yang kemudian bergabung dengan Exxon.

Bren juga tertarik mengambil alih properti itu, tetapi uang yang ia hasilkan dari penjualan awal perusahaannya tidak cukup. Untuk mendapatkan peternakan, Bren bermitra dengan almarhum A. Alfred Taubman, yang merupakan pengembang pusat perbelanjaan terkemuka.

Bren dan Taubman berhasil mendapatkan pinjaman multi-juta dolar dari beberapa bank. Mereka berhasil mengakuisisi Irvine Company, perusahaan induk yang memiliki Irvine Ranch, dengan tawaran US$ 337,4 juta.

Taubman kemudian menjual sebagian sahamnya kepada beberapa teman dekatnya. Beberapa dari mereka adalah tokoh ikon dalam bisnis Amerika, termasuk Henry Ford II, Milton Petrie, Max Fisher dan Herbert Allen Sr.

Dengan begitu pemegang saham Irvine Company terbesar adalah Bren. Tak puas sampai di situ, Bren ingin memiliki kendali atas seluruh bisnis.

Tidak lama setelah akuisisi, ia meminjam US$ 560 juta dan dengan cepat membeli pemegang saham lainnya. Pada tahun 1996, Bren menjadi pemegang saham tunggal.

Di bawah kepemimpinannya, Bren mampu menjadikan Irvine Company sebagai raksasa properti dengan nilai miliaran dolar. Jangkauan Irvine Company sektor perumahan, kantor, dan ritel di seluruh California.

Pada saat itu, diperkirakan Bren memiliki kekayaan US$ 15,2 miliar, dan menjadikan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pada Desember 2017, Forbes menempatkannya sebagai pengembang real estat terkaya di AS.

Raja properti itu juga terkenal sebagai orang yang dermawan. Tercatat selama hidupnya, dia telah menyumbangkan hartanya lebih dari US$ 1,5 miliar. Bahkan dirinya masuk sebagai salah satu dari 50 orang paling dermawan di AS oleh Business Week.

Selama hampir empat dekade, Perusahaan Irvine telah mengembangkan banyak properti residensial dan komersial. Saat ini perusahaan memiliki 500 gedung perkantoran, 41 pusat ritel, 130 komunitas apartemen, lima marina, tiga hotel, dan tiga lapangan golf di Orange County.

Dalam catatan Forbes, kekayaan Bren sempat terkoreksi dari US$ 16,4 miliar pada 2019 menjadi US$ 15,5 miliar pada 2020. Kemudian turun lagi pada 2021 menjadi US$ 15,3 miliar. Kini harta Bren mengalami pemulihan ke angka US$ 16,2 miliar.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT