Adi Sasono Ngaku Tak Digaji di Dekopin
Jumat, 07 Jul 2006 13:37 WIB
Jakarta - Adi Sasono mengaku sedang giat kerja bakti di Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Namun Adi yang menjabat sebagai Ketua Umum Dekopin ini mengaku tidak keberatan mengurusi ratusan koperasi meski tak digaji. Adi menilai pekerjaannya tersebut sebagai sebuah amal. "Pengurus dekopin dipilih anggota, kita semuanya sukarela disini tidak digaji. Tapi ini merupakan pilihan hidup," jelas Adi Sasono dalam perbincangannya dengan detikcom saat ditemui di Graha Induk KUD, Jl. Warung Buncit, Jakarta, Jumat (7/7/2006).Adi menilai, bergabung di lingkungan koperasi merupakan sebuah investasi yang mendorong nilai kebersamaan, kejujuran dan gotong royong dan tolong menolong. "Apalagi dalam situasi elu elu, dan gue gue. Inikan melawan arus membangun masyarakat. Jadi harus menanamkan nilai-nilai budaya beradab," tegas mantan ketua dewan mahasisiswa ITB ini.Menteri koperasi di zaman habibie ini mengaku koperasi sudah menjadi bagian hidupnya sejak belasan tahun silam. Bahkan sejak masih ABG, Adi mengaku sudah aktif dalam kepengurusan Kospin Jasa Pekalongan yang merupakan koperasi terbesar di Indonesia kala itu. Nah, ngomong-ngomong soal Pekalongan, Adi yang lahir 63 tahun silam mengaku sangat bangga dengan tanah kelahirannya itu. Kebanggaan Adi semakin memuncak karena tanah kelahirannya itu menjadi tuan rumah dalam rangka hari Koperasi ke-59 yang jatuh pada 14 Juli dan akan dihadiri oleh Presiden SBY. Adi yang dilantik sebagai Ketua Umum Dekopin 17 Desember lalu menggantikan Nurdin Halid mengaku kini memiliki misi berat untuk memulihkan citra kepercayaan masyarakat pada koperasi. Tugas ini dinilainya cukup berat mengingat selama ini Dekopin lebih dikenal dengan perseteruan akibat adanya dua kepemimpinan. "Kita ini (Dekopin) isinya konflik. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi karena Rapat Anggota Sewaktu-waktu diputuskan bersama-sama," tandasnya.
(qom/)











































