Sepak Terjang Kartini Muljadi, dari Hakim hingga Jadi Orang Terkaya di RI

ADVERTISEMENT

Sepak Terjang Kartini Muljadi, dari Hakim hingga Jadi Orang Terkaya di RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2022 06:45 WIB
KPK memeriksa Ketua Yayasan Sumber Waras, Kartini Muljadi. Pemeriksaan ini untuk mengklarifikasi beberapa hal yang tercantum dalam audit BPK.
Kartini Muljadi/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Kartini Muljadi kini menjadi salah satu pengusaha tersohor di Tanah Air. Ia bahkan salah satu orang yang menyandang predikat wanita terkaya di Indonesia.

Forbes mencatat, kekayaan Kartini Muljadi dan keluarga sebanyak US$ 695 juta atau setara dengan Rp 10,77 triliun (asumsi kurs Rp 15.500). Pada tahun lalu, Kartini Muljadi berada di peringkat 50 orang terkaya di Indonesia.

Kartini dan anak-anaknya memiliki Grup Tempo, dengan perusahaan terbesarnya adalah Tempo Scan Pacific yang memproduksi obat-obatan dan barang konsumsi. Siapa sangka, sebelum menjadi pengusaha terkenal, Kartini mengawali kariernya sebagai hakim dan pengacara.

Hal itu sebagaimana catatan detikcom 2018 lalu yang mengutip dari situs Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Iluni FHUI). Pada situs itu, Kartini disebut sebagai orang sukses. Wanita kelahiran 17 Mei 1930 ini pada masa kecilnya mengenyam pendidikan sekolah khusus keturunan Belanda.

Kartini sempat kuliah di perguruan tinggi Surabaya dan Yogyakarta, kemudian pindah ke Jakarta untuk masuk Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia. Di sela-sela kuliahnya, Kartini bekerja di Perhimpunan Sosial Tjandra Naya yang maksud tujuannya adalah menyelenggarakan pendidikan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Meraih gelar sarjana hukum pada 1958, pada saat itu Kartini telah mempunyai dua orang anak. Kartini kemudian memutuskan berkarir di bidang kehakiman dan diangkat sebagai hakim pada Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta, di mana dia ditugaskan untuk menangani perkara pidana, perdata dan kepailitan.

Pada saat Kartini memulai tugasnya di pengadilan, para hakim warga negara Belanda baru mengundurkan diri dan digantikan oleh hakim warga negara Indonesia. Setelah suaminya yang bernama Djojo Muljadi yang semasa hidupnya bekerja sebagai notaris meninggal dunia dalam tahun 1973, Kartini mengundurkan diri sebagai hakim. Hal itu karena ia merasa pendapatannya sebagai hakim yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak cukup untuk membiayai keluarganya.

Setelah menempuh dan lulus ujian negara untuk notariat, Kartini diangkat sebagai notaris berkedudukan di Jakarta. Ia juga mulai mengajar mata kuliah perdata dan hukum acara perdata di beberapa fakultas hukum di Jakarta. Konsistensi dan komitmennya yang tinggi dalam memberi pelayanan terbaik sebagai notaris, menjadikannya sebagai notaris papan atas dan menjadi rujukan perusahaan-perusahaan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Tahun 1990, setelah mengundurkan diri lebih dini dari jabatannya sebagai notaris, Kartini mendirikan kantor pengacara dan konsultan hukum dengan nama Kartini Muljadi & Rekan. Kantor hukumnya pun berkembang pesat, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar nasional namun juga perusahaan multinasional yang menjadi langganannya. Perusahaannya Kartini Muljadi & Rekan (KMR) adalah sebuah firma hukum perusahaan dan komersial Indonesia yang terkenal.

Ketika terjadi badai krisis tahun 1997/1998, Kartini terlibat aktif dalam memberikan bantuan hukum untuk membangkitkan sektor perbankan yang terpuruk. Dia diangkat sebagai anggota tim yang bertugas memberikan nasehat hukum pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), serta memberikan pendapat hukum dan rekomendasi kepada instansi pemerintah terkait, memprakarsai Master Settlement dan Master Refinancing Agreement antara BPPN dan para pemegang saham bank-bank bermasalah.

Kini Kartini Muljadi dikenal sebagai pemilik Tempo Scan Group yang mayoritas bisnisnya bergerak di bidang farmasi. Hingga saat ini, Kartini masih menyandang predikat salah satu wanita terkaya di Indonesia.



Simak Video "Cara Orang-orang Terkaya di Dunia Hadapi 'Hari Kiamat' "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT