Siswono, Semula Memperbaiki WC Lalu Jadi Konglomerat Infrastruktur

ADVERTISEMENT

Siswono, Semula Memperbaiki WC Lalu Jadi Konglomerat Infrastruktur

Sudrajat - detikFinance
Sabtu, 31 Des 2022 10:15 WIB
Komisaris Utama PT Tjipta Bangun Persada Ir Siswono Yudo Husodo
Siswono Yudo Husodo, dari Perbaiki WC Jadi Konglomerat Infrastruktur/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Sejak awal pekan ini jagat perpolitikan di tanah air dihebohkan dengan kabar mundurnya Ir Siswono Yudo Husodo sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem yang diembannya sejak 2014. Konon dia mundur karena faktor kesehatan mengingat usianya telah menjelang 80 tahun. Benarkah demikian? Siapakah dia sebenarnya?

Siswono Yudo Husodo lahir di Long Iram, Kalimantan Timur, 4 Juli 1943. Ayahnya yang seorang dokter membuat Siswono dan adik-adiknya kerap berpindah tempat. Di kemudian hari, sebagai pengusaha yang bergerak di bidang infrastruktur, Siswono telah menyinggahi hampir seluruh pelosok Nusantara. Dari Aceh di ujung Sumatera, hingga pedalaman Jayawijaya di Papua.

Siswono kecil pernah bercita-cita menjadi tentara mengikuti jejak pamannya. Kemudian cita-citanya berubah ingin menjadi pelaut. Ketika kuliah di Teknik Sipil ITB, dia terpikat dengan sepak terjang ahli konstruksi dan beton Prof Rooseno dan Ir Sutami.

Tapi kemudian dia memutuskan menjadi pengusaha karena terpaksa. Saat mahasiswa di ITB dia aktif di Barisan Pendukung Sukarno sehingga harus diskor selama 1,5 tahun. Sadar hal itu menjadi 'cacat politik' baginya, Siswono tak memaksakan diri menjadi pegawai negeri. Setelah menyandang titel insinyur sipil, dia mendirikan CV Bangun Tjipta pada 28 Januari 1969.

Tiga tahun kemudian badan usaha dan namanya berubah menjadi PT Tjipta Bangun Persada yang bergerak di bidang konstruksi. "Semua proyeknya sangat sederhana, yakni memperbaiki WC rumah," tulis Siswono Yudo Husodo dalam otobiografi 'Negeri Ribuan Pelangi' terbitan Elex Media Komputindo, 2022.

Usahanya terus berkembang. Suami dari Ratih Gondokusumo itu kemudian dipercaya membaiki jalan hingga membangun jalan tol Cibitung-Cikampek, membangun jembatan, pemukiman untuk transmigran, hingga pelabuhan-pelabuhan, dan berbagai proyek lain dari Pertamina.

Ketika BJ Habibie menjadi Kepala Otorita Batam, 1978, Tjipta Bangun Persada dipercaya membangun Pelabuhan Sekupang dan Batu Ampar di Batam. Juga ditugasi membangun Dam Muka Kuning, Sei Ladi, dan Duriangkang. Dam-dam itu dibutuhkan untuk menampung air hujan yang akan diolah menjadi air minum karena di Pulau Batam tak ada sungai. Tjipta Bangun Persada juga diberi konsesi selama 25 tahun untuk mengelola sistem pengelolaan air minum di sekitar Batam.

Tjipta Bangun Persada juga yang dipercaya oleh BJ Habibie untuk membangun kawasan industri Nurtanio di Bandung, dan Puspiptek di Serpong. Lewat bendera Tjipta Bangun Persada pula Siswono Yudo Husodo terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, dan Tanjung Mas Semarang.

Pada 1978, Siswono diperkenalkan kepada Presiden Soeharto oleh pemilik Hotel Sahid, Sukamdani Sahid Gitosarjono. Kala itu Soeharto berniat memugar makam Bung Karno di Blitar. Meski ada BUMN, Soeharto kemudian memercayakan proyek tersebut kepada Siswono. Saat ditanya alasan memilih dirinya ketimbang BUMN, jawaban Soeharto membuat Siswono Yudo Husodo terperanjat.

"Saudara Siswono kan pengagum Bung Karno. Saya juga pengagum. Saudara Siswono pernah ikut Barisan Sukarno di Jawa Barat, kan?"

Pada Maret 1981, Siswono mendapat tugas untuk memugar makam Bung Hatta di Tanah Kusir dengan menggunakan arsitektur Minangkabau. Rupanya dua penugasan tersebut menjadi bagian dari ujian oleh Soeharto. Pada akhir Februari 1988, Siswono Yudo Husodo kembali dipanggil Soeharto di Cendana. Kali ini dia diminta menjadi Menteri Perumahan Rakyat. Pada 1993, dia kembali dipercaya menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan hingga 1998.

Selain bisnis pertanian, Siswono Yudo Husodo juga merambah ke industri pariwisata dan perhotelan antara lain lewat PT Panorama Agro Sidomukti, Kawasan Wisata Umbul Sidomukti, Agro Wisata Tirto Arum, Bumi Linggah Bali Villas Resort, dan lain-lain.

Dari 80 tahun usianya, 50 tahun di antaranya dihabiskan sembari berkiprah di dunia politik. Dia masuk Golkar pada 1983 atas ajakan Letjen Sudharmono yang kala itu menjadi ketua umum Golkar. Pada 2009-2014 dia masih tercatat sebagai anggota DPR dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Jawa Tengah 1. Tapi setelah itu dia hijrah ke NasDem dengan menjadi ketua Dewan Pertimbangan Partai.

Sejak beberapa tahun terakhir Siswono Yudo Husodo memilih untuk menghindari hiruk pikuk dunia. Dia menyepi, menikmati kesunyian dengan menjadi penggembala sapi dan kerbau di Bukit Waru Wangi, Serang - Banten.

Di sana dia antara lain mengembangbiakkan sapi jenis Limousin dan Peranakan Ongole, lengkap dengan rumput pakan Brachiaria de Cumbens dan Brachiaria Humidocola yang dikenal punya nutrisi bagus dan tahan injak.

(jat/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT