Demi Kehormatan, Iwan Pontjo Mundur dari Jamsostek

Demi Kehormatan, Iwan Pontjo Mundur dari Jamsostek

- detikFinance
Jumat, 16 Feb 2007 19:49 WIB
Demi Kehormatan, Iwan Pontjo Mundur dari Jamsostek
Jakarta - Dirut non aktif Jamsostek Iwan Pontjowinoto akhirnya resmi mengundurkan diri. Sebagai anak tentara, Iwan didoktrin untuk menjadi pemimpin yang jantan. Jika tim tak kompak, Iwan merasa harus bertanggung jawab moril dengan mengundurkan diri.Sikap tersebut disampaikan Iwan yang terlihat tenang sebelum menghadiri RUPS Jamsostek yang berlangsung di kantor Kementerian BUMN, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Jumat (16/2/2007).Berikut cuplikan wawancara puluhan wartawan dengan Iwan yang mengenakan baju koko itu.Bagaimana dengan RUPS ini?Kan ada SK komisaris, alasannya adalah keadaan mendesak bagi perseroan. Oleh menteri dibuat audit khusus oleh BPKP yang hasilnya: pertama, terjadi disharmoni semua pihak yang diwakili oleh serikat pekerja. Walaupun terjadi disharmoni, tapi kan tidak berdampak secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Bahkan kinerja keuangan perusahaan di tahun 2005-2006 secara konsisten meningkat dengan baik. Dengan begitu berarti sudah ada hasil dari BPKP bahwa tidak ada keadaan yang mendesak untuk mengganti Dirut seperti yang diusulkan melalui SK komisaris. Jadi saya akan mengundurkan diri. Sebagai anak ABRI, saya diajari untuk menjadi pemimpin yang jantan. Jadi jika tim saya tidak kompak, saya punya tanggung jawab moril. Jadi saya akan lebih dahulu mengundurkan diri, karena itu masalah kehormatan. Biar teman-teman muda saya di Jamsostek, yang mudah-mudahan bisa mengganti saya dan ditetapkan jadi direktur. Bagaimana dengan calon-calon direksi Jamsostek ? Kelihatannya dari informasi yang saya peroleh, TPA (Tim Penilai Akhir) sangat mencari orang-orang profesional dan diutamakan dari dalam sehingga nanti diharapkan orang-orang tersebut dapat menggantikan saya. Dan saya tahu ada teman-teman saya yang berumur antara 40-50 tahun mempunyai kemampuan yang baik sekali untuk menjalankan perusahaan. Dan saya berharap mereka diangkat. Bagaimana dengan calon direksi yang sebelumnya ikut menentang Anda ?Itu tidak masalah. Yang penting adalah orang-orang itu bisa memimpin JamsostekKalau dipilih lagi ?Kalau dipilih lagi, saya tidak mau. Saya harus tahu diri. Mungkin saya harus time out dulu. Dan mudah-mudahan ada tempat lain yang lebih cocok untuk saya.Kesalahan Anda apa ?Kesalahannya, mungkin ada beberapa prinsip-prinsipyang tidak tepat dengan situasi. Tapi mudah-mudahan fakta membuktikan saya tidak merugikan perusahaan dan karyawan secara umum. Tapi jika ada pihak tertentu yang merasa dirugikan, saya tidak bisa ngomong. Dan yang terakhir, saya ucapkan terima kasih pada teman-teman di Jamsostek. Jangan pada nangis ya. Saya serius lho mas. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads