Kekayaan Sri Mulyani Rp 7,4 Miliar
Jumat, 08 Jun 2007 11:19 WIB
Jakarta - Dalam rentang waktu 22 bulan, kocek Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bertambah tebal lebih dari dua kali lipat.Pada November 2004, total harta Sri Mulyani Rp 2.119.306.000 dan US$ 234.844. Sedangkan pada 28 September 2006, harta Sri Mulyani menjadi Rp 4.395.527.861 dan US$ 324.023 atau jika ditotal sekitar Rp 7,4 miliar. Selisihnya Rp 2.276.221.861 dan US$ 89.179.Kenaikan ini diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diedarkan ke sejumlah pejabat negara. Sri Mulyani merupakan salah satu dari 14 anggota kabinet yang melapor."Sedangkan menteri atau pejabat setingkat menteri yang masih baru mengumumkan perubahan kekayaan sebanyak 21 orang," ujar Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Sjahruddin Rasul dalam jumpa pers di KPK, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2007).Menurut Syahrudin peningkatan harta Sri Mulyani ditunjang oleh peningkatan harta tidak bergerak. Angka itu dari Rp 1.271.082.000 naik menjadi Rp 2.826.936.000.Yang lebih signifikan, peningkatan mencolok terlihat dari kepemilikan surat berharga. Dari hanya Rp 50 juta melambung menjadi Rp 688.083.432. Sementara untuk duit asing tidak ada peningkatan.Darimana tambahan harta Sri Mulyani? Mantan Direktur IMF ini mengatakan, kenaikan itu karena ada tambahan rumah mertua dan tabungan suaminya."Pada tahun 2004, kami melaporkan pada KPK ada rumah mertua. Waktu itu sertifikatnya atas nama suami dan lain, tidak dianggap sebagai harta saya oleh KPK. Dan sekarang dimasukkan oleh KPK senilai hampir Rp 600 juta," ujar Sri Mulyani.Sementara itu, jumlah tabungan suami yang kini dimasukkan dalam daftar harta kekayaan Sri Mulyani sebesar US$ 50.000. "Sekarang masuk, saya rasa itu," tambahnya.Sri Mulyani menambahkan, kenaikan harta kekayaannya juga disebabkan perubahan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada harta tak bergerak.Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Sri Mulyani sempat memegang posisi Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas selama setahun. Namun akhir 2005, ia menggantikan Jusuf Anwar sebagai Menteri Keuangan dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
(gah/sss)











































