Gaul dengan Mobil Klasik Ala Stanley Setia Atmadja
Minggu, 10 Jun 2007 15:06 WIB
Jakarta - Sebagai direktur utama sebuah perusahaan pembiayaan otomotif yakni PT Adira Finance Tbk, Stanley Setia Atmadja juga memiliki hobi tak jauh dari dunia otomotif yaitu mengoleksi mobil-mobil klasik. Dia tak jarang sering gaul di akhir pekan dengan mobil koleksinya itu."Saya dari kecil memang suka otomotif," kata Stanley di sela-sela konferensi pers pameran 'Adira-Otoblitz Classic Car Show' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Minggu (10/6/2007).Minat untuk mengoleksi mobil semakin mengusik kala bersekolah di Amerika Serikat. Ia sering melihat mobil-mobil antik yang sengaja dipamerkan pemiliknya di akhir pekan."Di sana mengoleksi mobil-mobil klasik sudah seperti lifestyle yang menyenangkan, setiap akhir pekan selalu ada pameran mobil klasik," ujarnya.Koleksi pertama Stanley adalah BMW 2002 buatan tahun 1970-an yang dibelinya tahun 1986. Kini ia memiliki sekitar 10 mobil tua dari beberapa merek seperti Lotus, AMG, Mercy dan Porche yang tergolong collectible items. Dia juga memiliki mobil-mobil yang tergolong sangat langka seperti Lotus Elan dan Porshe 944."Lotus Elan cuma diproduksi ratusan unit di seluruh dunia dan di Indonesia saya kira hanya satu," jelas Stanley.Mobil-mobil tua itu merupakan hasil perburuannya dari seluruh Indonesia. Karena usianya yang renta sehingga tak kuat berjalan jauh, kebanyakan mobil itu terpaksa harus diangkut truk untuk bisa sampai ke Jakarta.Khusus Lotus Elan yang akan dipamerkan sebagai mobil legendaris di pameran mobil klasik 29 Juni hingga 1 Juli 2007 mendatang, secara kebetulan didapatkan Stanley dari kenalan yang juga kolektor mobil antik.Namun untuk kegiatan sehari-hari Stanley sayang memakai mobil klasik koleksinya. Mobil-mobil itu hanya dipakai di akhir pekan saja. Meski terkesan hobi mahal, Stanley mengaku tidak merogoh terlalu dalam untuk hobinya tersebut. Setiap mobil yang dibelinya tidak mencapai harga ratusan juta rupiah."Perawatannya juga tidak mahal, paling ganti oli mesin dan isi bensin," ujarnya.Stanley mengatakan Indonesia memiliki koleksi mobil-mobil klasik yang tergolong langka. Perhatian terhadap mobil-mobil tersebut perlu ditumbuhkan supaya mobil-mobil itu tidak hilang dibawa kolektor asing ke luar negeri."Mobil klasik itu ke luar (negeri) gampang, malah masuknya enggak gampang," ujar pria kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1956 ini.
(ard/ddn)











































