Telepon Darurat Menteri ESDM

Telepon Darurat Menteri ESDM

- detikFinance
Rabu, 20 Jun 2007 20:11 WIB
Telepon Darurat Menteri ESDM
Jakarta - Wajah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro tiba-tiba bingung setelah diberondong pertanyaan wartawan tentang pemadaman listrik. Apa yang dilakukan Purnomo saat kejepit?Pastinya, Purnomo kembali mengambil opsi phone a friend. Opsi itu memang beberapa kali digunakan Purnomo saat 'terjebak' oleh pertanyaan yang tak bisa dijawabnya.Kejadian itu berlangsung saat Purnomo usai mengikuti acara launching Indonesia Business Case Center di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Rabu (20/6/2007). Usai menjadi pembicara, wartawan pun langsung mencegatnya. Mereka memburu Purnomo dengan pertanyaan seputar rencana pemadaman bergilir PLN karena matinya pembangkit listrik.Purnomo pun kebingungan. Tak mau mengecewakan wartawan, Purnomo pun menelpon Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono. Sayangnya, telpon tersebut tak diangkat.Tak putus asa, Purnomo pun menelpon Dirut PLN Eddie Widiono dengan Communicator 9300 miliknya yang sudah cukup uzur. Beruntung telpon Purnomo diangkat oleh Eddie. "Ed, saya lagi di program MBA nih, tiba-tiba kejepit sama wartawan katanya ada pemadaman, besok. Saya cek dulu nih, bener nggak. Katanya yang rusak pembangkit yang gede-gede gitu," ujar Purnomo melalui telpon yang dibuka speaker-nya sehingga bisa didengarkan semua wartawan."Iya pak, itu yang Paiton 7, yang punya PEC (Paiton Energy Company). Cilacap unit 2, karena sekarang kan lagi surut lautnya, sehingga kapasitas untuk air pendingin berkurang. Suralaya juga pak, tapi itu yang lama. Padahal sekarang beban puncak sampai 15.200-an (MW)," jelas Eddie Widiono. "Ooo, berarti pas-pasan sistemnya dalam keadaan peak?" tanya Purnomo lagi."Iya pak, jadi kemungkinan kita brown out (pas-pasan)," jawab Eddie."Jadi kritis pas beban puncak aja kan? pas-pasan aja?" tanya Purnomo memastikan."Nggak ada pemadaman. Oh ya pak, itu wartawan juga minta keterangan soal subsidi listrik" ujar Eddie."Ed, ed, ini telponnya masih saya buka. Kamu jangan buka yang rahasia-rahasia," kata Purnomo sembari menutup telpon genggamnya."Udah kan? Udah dapat berita kan," ujar Purnomo sambil cengengesan.Wartawan pun pulang dengan senyum mengembang. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads