Laporan dari Washington DC
Gubernur BI Raih 'Best Central Bankers Award 2007'
Selasa, 23 Okt 2007 11:47 WIB
Washington DC, - Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah menerima penghargaan 'Best Central Bankers Award 2007' dari Global Finance Magazine. Penghargaan ini merupakan anugerah atas prestasinya menjaga stabilitas ekonomi. Penyerahan penghargaan berlangsung Senin (22/10/2007) pukul 10.30 waktu Washington DC. Demikian dilaporkan reporter detikFinance, Endang Isnaini Saptorini dari Washington, Selasa (23/10/2007).Selama tahun 2005, BI dinilai telah berhasil menjaga stabilitas makro ekonomi. Dengan kenaikan harga minyak yang begitu tinggi dan inflasi yg meningkat tajam, BI mencoba menyesuaikan dengan meredam semua ketidakstabilan tersebut dengan kebijakan yang secara bertahap dan pada waktunya kita dapat menurunkan suku bunga agar perekonomian dapat kembali stabil, tumbuh dan berkembang. "Penghargaan ini merupakan apresiasi kepada seluruh jajaran BI, saya dan seluruh anggota dewan gubernur dan seluruh staff yang jumlahnya sekitar 6000 pegawai, mereka yang sebetulnya berhak untuk mendapatkan penghargaan tersebut," ungkap Burhanuddin kepada wartawan sesaat setelah penerimaan penghargaan tersebut di Balroom National Press Club, Washington DC. Lebih lanjut diungkapkan Burhanuddin, bahwa pada tahun 2005, harga minyak naik lebih tinggi, dan subsidi yg diberikan pemerintah cukup besar, sehingga harga BBM dinaikkan 126%. Kenaikan harga BBM yang diberlakukan mulai Oktober 2005 memicu inflasi dari sekitar 8% menjadi 17%. Pada bulan Oktober saja, hanya dalam 1 bulan, kenaikannya mencapai 8%. Sebetulnya, kata Burhanuddin, BI sudah mengantisipasinya dengan menaikkan suku bunga pada tanggal 30 Agustus atau 2 bulan sebelumnya kenaikan harga BBM dari 7% menjadi hampir 8%, dan minggu berikutnya dinaikkan lagi menjadi 9%. "Hal tesebut dilakukan BI untuk meredam inflasi, yang apabila tidak dijaga akan terus mengganggu stabilitas dan perencanaan usaha dari perusahaan-perusahaan. Sehingga saat inflasi meningkat hingga 17%, BI secara bertahap menaikkan suku bunga hingga 12.75%. Dengan demikian, sebetulnya kenaikkan ini (inflasi 17%) masih bersuku bunga negatif," urainya. Dengan langkah yang tepat itu, lanjut Burhanuddin, masyarakat tidak terlalu terbebani. Dan setelah situasi mereda, BI secara bertahap pada tahun 2007 menurunkan suku bunga BI Rate hingga saat ini di level 8,25%."Perekonomian pun kembali dinamis, bergairah dan tumbuh pada tingkat yang cukup baik untuk Indonesia," jelasnya Burhanuddin mengenai latar belakang kriteria yang membuat Gubernur Bank Indonesia ini terpilih menjadi salah satu pemenang dalam ajang bergengsi Best Bank Award 2007 ini. Penghargaan Bank DanamonDalam ajang penghargaan bagi Bank di seluruh dunia ini, Bank Danamon juga terpilih sebagai salah satu penerima 'Best Trade Finance Provider Award'. Penilaiannya berdasarkan langkahnya menyediakan layanan bagi masyarakat pedesaan, terutama pada Usaha Kredit Menengah (UKM). "Inisiatif Danamon ke pusat-pusat pedesaan dan kecamatan merupakan hal yang perlu diapresiasi. Potensi pasar UKM sekitar 40juta lebih, dan yang terlayani baru sekitar 10 juta," demikian Burhanuddin ketika diminta keterangannya mengenai terpilihnya Bank Danamon. Selain Penyedia Dana terbaik, Danamon juga terpilih sebagai peraih penghargaan untuk katagori Bank Domestik Terbaik.
(eis/qom)











































