Curhat Colongan Kepala PPATK

Curhat Colongan Kepala PPATK

- detikFinance
Selasa, 03 Jun 2008 11:21 WIB
Curhat Colongan Kepala PPATK
Jakarta - Peluncuran iklan anti pencucian uang jadi ajang curhat colongan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein. Ia mengeluhkan belum ngetopnya PPATK sehingga kantornya sempat mau digusur Sudin Tata Kota Jakarta.

Menurut Yunus, banyak lembaga-lembaga pemerintah di negeri ini yang belum banyak dikenal masyarakat termasuk diantaranya PPATK. Sehingga tidak jarang sering terjadi salah persepsi terhadap lembaga tersebut.

Misalnya gedung baru PPATK di Jalan Juanda, Jakarta yang sempat akan disegel oleh Sudin Tata Kota Jakarta, karena si Kepala Sudin tersebut tidak mengenal lembaga PPATK.
 
"Gedung baru PPATK sempat mau disegel oleh Sudin, saya heran padahal Gubernur sudah setuju. Karena kita tidak dikenal kadang-kadang banyak pihak yang terlalu berani," ungkap Yunus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan curhatannya itu dalam acara peluncuran iklan mengenai anti pencucian uang "Kalau bersih tak perlu risih", di gedung PPATK, Jakarta, Selasa (3/6/2008).
 
Namun setelah dijelaskan oleh beberapa kalangan, Sudin Tata Kota tersebut akhirnya mengetahui kalau PPATK merupakan lembaga pemerintah yang telah disetujui perizinannya.
 
"Mungkin dia kira PPATK itu perusahaan penyedia alat tulis kantor," seloroh pria kelahiran Mataram, 29 Desember 1956 itu.
 
Dalam sambutannya, Yunus meminta semua pihak termasuk lembaga jasa keuangan, non bank maupun bank termasuk masyarakat untuk melaporkan mengenai transaksi mencurigakan. Kerjasama masyarakat menjadi hal penting dalam hal pelaporan.
 
"Di Indonesia ini memang mahal untuk soal kerjasama termasuk banyaknya dibuat banyaknya menteri koordinator," serunya.
 

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads