Boediono Kehilangan Syahrir

Boediono Kehilangan Syahrir

- detikFinance
Senin, 28 Jul 2008 11:35 WIB
Boediono Kehilangan Syahrir
Nusa Dua - Ekonom sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Syahrir meninggal dunia. Gubernur BI Boediono yang merupakan rekan dekat Syahrir mengaku sangat kehilangan.

"Saya kenal sangat dekat, beliau senang memberikan masukan," jelas Boediono disela-sela "The Asia-Pacific Regional Microcredit Summit 2008" di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Senin (28/7/2008)..

"Beliau memiliki analisa yang tajam. Saya merasa kehilangan salah satu rekan saya. Saya mengucapkan rasa duka cita yang mendalam. Indonesia kehilangan ekonom sejati, handal dan kritis," imbuh mantan Menko Perekonomian ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syahrir yang merupakan kelahiran Kudus, 24 Februari 1945 ini meninggal dunia di RS Mount Elizabeth, Singapura pada Senin (28/7/2008) pukul 08.50 waktu setempat. Syahrir sudah dirawat di rumah sakit bergengsi tersebut sejak minggu kedua Juli 2008 akibat kanker paru-paru.

Selain aktif menjadi pengamat ekonomi, Syahrir juga menjalani karir politik. Perjalanan politiknya diteruskan ketika dia mendirikan Perhimpunan Indonesia Baru, pasca reformasi tahun 2001. Lembaganya itu bertugas mengawasi keputusan-keputusan pemerintah atas kebijakan-kebijakan tertentu, dan mengumumkan hasil pengawasan itu ke masyarakat.

Tak lama setelah itu, Sjahrir dan kawan-kawan mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) dalam Pemilu 2004. Sjahrir mencalonkan diri sebagai presiden waktu itu, namun tak cukup suara untuk maju ke babak berikutnya.

Namun, pengetahuan Sjahrir tidak sia-sia begitu saja. Presiden SBY yang pertama dipilih langsung oleh rakyat menunjuknya sebagai penasehat ekonomi Presiden dalam Wantimpres yang dilantik 11 April 2007.

Sjahrir juga aktif menuangkan pemikirannya dalam catatansyahrir.wordpress.com. Catatan terakhirnya ditulisnya tanggal 21 April 2008 dengan judul 'Zul: Calon pengganti Menko Perekonomian harus tegas'. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads