Menarik Nih! Kerja Sampingan yang Bisa Dijajal saat Pandemi

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 21 Jun 2020 14:41 WIB
Man writing resume and CV in home office with laptop. Applicant searching for new work and typing curriculum vitae for application. Job seeking, hunt and unemployment. Mock up text in computer screen.
Foto: iStock
Jakarta -

Orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 bisa menjajal pekerjaan lepas yang bermunculan di tengah merebaknya virus Corona.

CEO dan Co-Founder TopKarir, Bayu Janitra Wirjoatmodjo menjelaskan ada tiga jenis pekerjaan sampingan yang banyak bermunculan pada saat ini. Pertama adalah reseller atau dropshipper.

"Itu kan sama-sama menjual produk orang lain atau brand yang dimiliki oleh perusahaan lain. Bedanya adalah kalau reseller dia ada stok khusus untuk menjual. Kalau dropshipper itu benar-benar cuma mengorderkan saja. Jadi saya order ke company atau prinsipalnya gitu. Jadi barangnya langsung dikirim dari perusahaan tersebut," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (21/6/2020).

Untuk menjadi reseller tak butuh banyak modal. Sedangkan menjadi dropshipper tak butuh modal sama sekali karena tidak perlu menyetok barang.

Lalu pekerjaan lepas yang banyak bermunculan adalah di sektor logistik. Sebab adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat penjualan barang secara online meningkat sehingga butuh lebih banyak tenaga kerja di sektor logistik, mulai dari kurir, staf gudang, hingga bagian manajemen logistik.

"Jadi memang di logistik itu permintaan cukup tinggi dan secara penghasilan yang kami amati lumayan sekali sih sebenarnya. Sangat lumayan. Jadi bisa di atas UMR (upah minimum regional) kalau ditotal walaupun statusnya tidak sebagai karyawan tetap, jadi pekerja lepas. Tapi kalau dihitung-hitung pendapatannya masih bisa di atas UMR. Jadi cukup menarik," jelasnya.

Pekerjaan lepas lainnya yang peluangnya cukup besar adalah industri kesehatan, mengingat pandemi COVID-19 membuat kesehatan menjadi hal yang penting.

"Yang kemarin itu yang sampai sekarang masih cukup, saya bilang cukup tinggi permintaannya di industri ya di sisi industri kesehatan dan penyangganya. Jadi kayak industri farmasi, terus pelayanan kesehatan itu masih cukup tinggi sih permintaannya," tambahnya.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)