Alert, Aktivitas di Medsos Bisa Bikin Kamu Ditolak Kerja!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 21:44 WIB
Ilustrasi Aplikasi
Foto: detikINET/Irna Prihandin
Jakarta -

Media sosial kini menjadi semakin penting di era serba digital seperti sekarang ini. Bahkan, kegiatan di media sosial menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk menerima atau menolak calon karyawan.

Chairman dan Founder FutureHR (FTHR), Audi Lumbantoruan mengatakan, sebelum menerima calon karyawan biasanya HRD akan mengecek aktivitas media sosialnya. Biasanya, pengecekan itu dilakukan usai tes wawancara, yakni dalam tahap tes kesehatan dan latar belakang (backgroudn).

Dia bilang, untuk mengecek latar belakang biasanya dilakukan oleh HRD sendiri ataupun pihak ketiga lewat media sosial.

"Di background check biasanya dilihat ada dua model, ada yang dilakukan oleh HRD-nya sendiri, ada yang melalui pihak ketiga. Di background check inilah yang dilihat salah satunya aktivitas di sosial media. Di luar dari itu juga dilihat apakah betul CV-nya, apakah betul bekerja di situ, termasuk juga pendapat-pendapat dari perusahaan sebelumnya," jelasnya kepada detikcom, Senin (26/4/2021).

Dia menuturkan, latar belakang ini menjadi penentu apakah calon karyawan diterima atau ditolak bekerja. Menurutnya, latar belakang ini penting karena nantinya jika diterima, karyawan tersebut akan mencerminkan perusahaan.

"Karena mau nggak mau dia mencerminkan merepresentasikan perusahaannya. Kan namanya karyawan digaji kan," ujarnya.

Tak hanya untuk calon pekerja, HRD biasanya juga memantau karyawan melalui media sosial. Biasanya, karyawan yang mengunggah konten yang tidak pantas biasanya akan dipanggil HRD untuk dimediasi.

Tapi, jika postingannya menyangkut bisnis atau rahasia perusahaan, perusahaan bisa mengambil tindakan tegas dengan memecat karyawan tersebut.

"Kalau berkaitan dengan bisnisnya perusahaan yang pasti langsung dikeluarkan, misalnya nggak sesuai nilai-nilai dipegang perusahaan," katanya.

(acd/dna)