Listrik Gratis untuk si Miskin? Kenapa Tidak....

Wawancara Dirut PLN (1)

Listrik Gratis untuk si Miskin? Kenapa Tidak....

- detikFinance
Senin, 14 Jun 2010 07:20 WIB
Listrik Gratis untuk si Miskin? Kenapa Tidak....
Jakarta - Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mencetuskan ide listrik gratis untuk masyarakat miskin. Pro dan kontra pun lantas bermunculan.

Dahlan berpikiran, silakan saja menggratiskan listrik untuk si miskin. Tapi untuk golongan lain, Dahlan meminta agar listrik dijual pada harga keekonomiannya.

Menurut perhitungan Dahlan, dengan memberikan seluruh subsidi kepada golongan masyarakat miskin (pengguna 450 mw) dan pembayaran normal atau sebesar biaya produksi listrik (Rp 1.000 per kwh) oleh golongan lain, maka PT PLN akan kehilangan dana sebesar Rp 1,5 triliun tetapi dapat penerimaan sekitar Rp 30 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa dan bagaimana ide itu sampai tercetus oleh Dahlan Iskan yang belum genap memegang tampuk Dirut PLN selama 6 bulan tersebut? Berikut wawancara khusus detikFinance dengan Dahlan Iskan di di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jumat (11/6/2010) pekan lalu.

Beberapa waktu lalu, Anda mencetuskan ide bahwa sebaiknya masyarakat miskin dibebaskan bayar listrik. Dari mana asal ide tersebut?

Saya menilai yang berpendapat tarif listrik itu jangan naik itu luar biasa. Mereka selalu gunakan alasan membela yang miskin. Saya ingin mematahkan asumsi itu. Kalau mau bela yang miskin kenapa harus begitu? Gratiskan saja sekalian.

Yang masuk dalam kategori digratiskan seperti apa?

Yang masuk kategori itu yaitu rumah yang diberi 5 buah lampu cukup, televisi sebagai kebutuhan dasar, radio, CD, Rice Cooker dan setrika, kipas. Ini  dipakai gantian. Kira-kira 300 watt cukup. Rencananya lampunya dibagikan gratis, lampu hemat energi yang terbaru, 7 watt sama dengan lampu hemat energi sekarang yang besarnya 25 watt.

Kalau diterapkan, PLN hanya kehilangan Rp 1,5 triliun per tahun. Tidak banyak karena PLN akan dapat pemasukan 10 kali lipat lebih besar yaitu Rp 15 triliun dari pelanggan lainnya yang membayar dengan tarif keekonomian.

Rencana itu serius, saya bukan gombal. Saya sudah hitung  Rp1,5 triliun per tahun tapi dapatnya Rp 15 triliun dan image PLN membela rakyat kecil itu sungguh-sungguh

Tapi masalahnya di Indonesia ini yang masuk kriteria seperti itu kan banyak? Apa sudah dihitung berapa pelanggan yang masuk ke kategori itu?

Separuh dari pelanggan 450 VA akan pilih. Pelanggan 450 VA itu sekitar 20 juta berarti sekitar 10 juta pelanggan akan dipilih.

Kemarin pemerintah juga berencana memberi bantuan langsung tunai melalui pemotongan rekening listrik untuk pelanggan 1.300 VA ke bawah. Tanggapan anda sendiri  bagaimana?

Saya juga inginkan itu. Cocok dengan ide saya. Apakah BLT dan gratis-kan yang miskin, itu rencana serius. Jangan dianggap main-main.

Berdasarkan hitungan Anda, dengan kenaikan TDL sebesar 10 % mulai Juli 2010, PLN akan rugi atau untung?
Bisa dilihat biaya pokok penyedian (BPP) listrik kita Rp 1.200 per KWh, sementara rata-rata penjualan klsitrik Rp 630 per KWh. Kalau naik 10 % berarti jadi sekitar Rp 670 per KWh. Jadi masih ada selisih dan selisih itu dibayarkan dari subsidi.

Untuk pelanggan 450-900VA pemerintah memiliki dua opsi, yaitu TDL untuk  pelanggan golongan ini tidak naikkan atau dinaikkan tapi hanya 5 %. Kalau dari PLN sendiri bagaimana?

TDL itu murni keputusan politik. Tapi kalau saya dimintai pendapat, saya lebih memilih pelanggan  450 VA naik meskipun sedikit. Itu akan mendidik orang lebih realistis. Menurut saya, itu lebih baik daripada harus menggantung mimpi terus karena tidak menaikkan terus juga tidak baik.  Jadi lebilh baik naik tapi kecil. Besarannya terserah pemerintah.

(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads