Follow detikFinance
Jumat 16 Sep 2016, 13:15 WIB

Wawancara Khusus

Rencana Dirut Baru AP II: Semua Layanan di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Aplikasi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rencana Dirut Baru AP II: Semua Layanan di Bandara Soekarno-Hatta Pakai Aplikasi Ilustrasi (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto)
Jakarta - Direktur Angkasa Pura II (AP II), Muhammad Awaluddin, akan menggunakan pengalamannya selama 25 tahun di dunia teknologi informasi dan komunikasi untuk menjadikan Soekarno-Hatta suatu bandara yang terintegrasi dengan teknologi digital. Ia menyebut ini dengan konsep smart airport.

"Saya rasa setelah 25 tahun di ICT (Information and Communication Technology), bisa saya manfaatkan untuk memodernisasi dan mendigitalkan AP II. Konsep smart airport, kita bicarakan masih preliminary idea. Masih ke dalam tahapan yang detail tapi sedang disusun," ujarnya kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Smart airport, menurutnya akan ditunjang oleh beberapa hal. Yang pertama, adalah smart infrastructure, yang berarti dapat diintegrasikan ke dalam suatu layanan teknologi digital. Dalam tahap awal ini, Terminal 3 menjadi ide awalnya untuk diterapkan. Dengan adanya bangunan yang dapat diisi oleh teknologi digital tadi, maka konten di dalamnya yang selanjutnya akan diisi dengan konten digital.

"Konten-konten seperti bagaimana orang bisa check-in secara otomatis. Bagaimana orang bisa mendapatkan passenger information system yang lengkap dan tidak perlu pakai announcement. Bagaimana bisa dapat informasi lewat aplikasi. Bagaimana bisa memesan taksi dan sebagainya lewat aplikasi. Bagaimana bisa bertransaksi di Bandara tidak menggunakan uang fisik. Itu harus ada. Saat ini belum ada," terangnya.

Mengenai transportasi masuk dan keluar bandara, ia juga menyebutkan akan mengatur bagaimana pengunjung dapat mengakses taksi lebih mudah melalui layanan aplikasi. Hal ini semata-mata guna memberikan kemudahan bagi pengunjung lewat teknologi yang sudah ada.

"Kalau pesan taksi, tidak perlu lagi telepon-telepon. Order saja seperti order Grab atau Uber. Tapi jangan dipersoalkan seperti kontradiksi antara taksi aplikasi atau konvensional. Bukan itu. Kita bicara untuk kepentingan orang di bandara yang dimudahkan dengan teknologi," jelas dia.

"Kita tetap berpegang pada regulasi, taksi online seperti apa yang boleh beroperasi. Tapi bagian dari memodernisasi konsep smart airport tadi, saya rasa ada hal-hal yang bisa kita kolaborasikan. Bagaimana pun ini bagian dari ekosistem digital," tambahnya.

Untuk itu, Awal berharap seluruh upaya memodernisasi bandara tadi juga diikuti oleh masyarakatnya yang bisa menerima dan mengikuti perubahan tersebut.

"Setelah kita punya smart infrastructure dan smart content, yang harus kita didik adalah membentuk smart community. Apa yang membentuk smart community adalah behaviour atau perilakunya. Misalnya orang yang biasanya belanja pakai uang fisik, sekarang harus pakai e-money. Pesan taksi yang harus panggil-panggil, tidak perlu lagi teriak-teriak. Itu juga perlu ada usaha dari masyarakatnya. Artinya pembentukan smart infrastructure tadi harus sejalan dengan smart comunity. Sehingga satu kesatuan smart airport itu bukan hanya seperti AP II mendigitalkan airport. Tapi juga mendigitalkan komunitasnya," tutur dia.

Semua sistem informasi yang telah terintegrasi tadi akan dikemas dalam satu aplikasi yang memungkinkan pengguna melaksanakan berbagai aktivitas di bandara melalui aplikasi tersebut.

"Jadi kalau saya register aplikasi itu, kemudian saya banyak melakukan transaksi di situ, behaviour saya kan ketahuan. Seperti apa saja transaksi di bandara, menggunakan fasilitas apa saja di bandara. Sampai sekarang kan belum ada. Sekarang belum ada karena belum ada teknologinya, belum ada smart infrastructure-nya," tambahnya.

"Itulah niat saya, karena saya di ICT industry, buat saya yang seperti itu harusnya sudah ada. Tapi kita akan mulai itu. Kita punya modal. Terminal 3 Ultimate resource utama kita. Artinya menambah nilainya," tandasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed