Follow detikFinance
Rabu 31 May 2017, 12:26 WIB

Wawancara Eksklusif

Pak Jokowi, RI Dapat Investment Grade Akankah Ekonomi Meroket?

Wahyu Daniel - detikFinance
Pak Jokowi, RI Dapat Investment Grade Akankah Ekonomi Meroket? Presiden Jokowi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Setelah penantian selama 2012, Indonesia akhirnya meraih kategori investment grade atau layak investasi, dari lembaga pemeringkat internasional, Standard and poor's (S&P). Ini jadi sinyal baik bagi perekonomian Indonesia, karena bakal membuat investor masuk ke dalam negeri.

Predikat investment grade sudah lengkap diterima Indonesia, selain S&P, dua lembaga lain yaitu Moody's dan Fitch Rating, sudah memberikan predikat serupa.

[Gambas:Instagram]


Meski begitu, pemerintah belum merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini, yaitu tetap 5,1%-5,3%. Lantas apa dampak dari predikat investment grade yang diterima Indonesia ini? Apakah akan membuat ekonomi Indonesia meroket?

Berikut hasil wawancara khusus detikFinance bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Bogor, Jumat (26/5/2017).

Selamat Pak, pemerintahan anda mendapatkan hadiah investment grade dari S&P. Bagaimana perasaan anda, apakah ke depan ekonomi akan meroket?
Jadi kita kan sudah lama ya, dari Moody's sudah memberikan investment grade, kemudian Fitch Rating juga, tinggal S&P. Ahamdulilah sekarang sudah diberikan. Artinya apa? Dunia internasional memandang pengelolaan fiskal kita baik, pengelolaan moneter kita baik, pengelolaan APBN kita baik. Ini adalah sebuah kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Karena dengan level investment grade akan memberikan kepercayaan kepada internasional, kepada negara lain, investor, untuk membawa investasi ke Indonesia, membawa modal ke Indonesia, membawa uang ke Indonesia.

Pak Jokowi, RI Dapat Investment Grade Akankah Ekonomi Meroket? Presiden Jokowi (Foto: Agung Pambudhy)


Lalu apa dampak dari investment grade ini?
Ini nanti akibatnya apa? Akan muncul banyak usaha, muncul banyak pekerjaan, muncul banyak peredaran uang di negara kita. Pada akhirnya akan muncul pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Yang kedua dengan investment grade itu karena dipercaya, biaya bunga pinjaman kita menjadi lebih rendah. Itu menguntungkan APBN kita, dan ruang fiskal bisa menjadi lebih besar. Artinya memang sekarang ini, perusahaan besar ataupun kecil, itu diperlukan sebuah kepercayaan atau trust.

Ini penting sekali. Orang punya duit banyak tapi tidak bisa dipercaya, ya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi orang tidak punya duit tetapi dipercaya, itu bisa mendatangkan uang dari mana-mana. Jadi yang namanya trust itu harus dijaga. Jadi harus optimis.


Tapi tentu kita tidak boleh cepat berpuas diri, karena momentum ini harus dimaksimalkan untuk meningkatkan daya saing kita, dalam memberikan kemudahan berinvestasi dan berusaha, supaya makin banyak lapangan kerja yang tercipta, roda ekonomi makin cepat berputar, dan kesenjangan ekonomi makin cepat bisa kita turunkan.

Apa langkah anda agar investasi bisa langsung terealisasi?
Yang pasti kemudahan berusaha kita tingkatkan, terus kita perbaiki. Berbagai aturan, regulasi, birokrasi yang ruwet yang membelenggu diri kita sendiri kita pangkas. Prosedur investasi yang dulu terkenal panjang dan lama kita pangkas agar makin cepat. Saya tekankan, investasi akan membuka lapangan kerja yang semakin banyak dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan daerah. (wdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed