Follow detikFinance
Senin 20 Nov 2017, 08:21 WIB

Wawancara Dirut MRT Jakarta

Beroperasi di Maret 2019, Ini Progres Terkini MRT Jakarta

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Beroperasi di Maret 2019, Ini Progres Terkini MRT Jakarta Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Pembangunan konstruksi proyek transportasi MRT Jakarta saat ini sudah mencapai 83,07%. Perkembangan tersebut terdiri dari pembangunan stasiun layang sekitar 74,64% dan pembangunan stasiun bawah tanah 91,57%.

MRT Jakarta ditargetkan beroperasi pada Maret 2019 mendatang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). MRT Jakarta tahap satu ini akan melewati 13 stasiun, antara lain Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A, hingga Stasiun Blok M.

Selanjutnya, perjalanan berlanjut hingga Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, Stasiun Dukuh Atas, dan terakhir di Stasiun Bundaran HI.

Perjalanan menggunakan MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Waktu tempuh yang lebih cepat serta kenyamanan dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Berikut ini petikan wawancara detikFinance dengan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar di Kantor MRT Jakarta, pekan lalu mengenai perkembangan terkini dan rencana pembangunan MRT tahap dua.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar.Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Boleh diceritakan perkembangan terkini pembangunan proyek MRT Jakarta?
Progres per akhir bulan lalu itu 83%, 83,05% secara keseluruhan. Kemudian underground 91%, elevated itu 75%.

Semuanya sudah tersambung?
Tanggal 31 Oktober kemarin elevated sudah kita sambung menandai terhubungkannya seluruh jalur utama mulai dari Lebak Bulus sampai ke HI, 10 km elevated, 6 km jalur underground. elevated dihubungkan dengan gelagat, girder, sementara underground dihubungkan dengan terowongan.

Kalau semua sudah tersambung pengerjaan yang sedang dilakukan apa?
Jadi kalau elevated masih ada pemasangan prapet, penahan dinding di samping kiri kanan kemudian pemasangan listrik, pemasangan sistem persinyalan, rel, ada platform screen door tembok kaca menjadi pemisah antara platform dengan kereta, kaya di Singapura. Presisinya harus pas supaya pintunya di sini.

Konstruksi sekarang di stasiun-stasiun, pengerjaan station 13 station harus diselesaikan.

Harga tanah pembebasan di Haji Nawi yang sempat mahal?
Kan sudah selesai, sudah keputusan Mahkamah Agung sudah keluar. Jadi satu sudah selesai, kemudian pemilik lahan menyerahkan lahannya kita sudah mulai masuk sudah mulai masang tiang di situ jadi Stasiun Haji Nawi Cipete sudah bisa. Itu 22 meter lahan stasiun, kalau lahan untuk lintasan kan enggak lebar, tapi kalau lahan stasiun 22 meter ambil lahan banyak dan ambil lahan orang.

Harga tanahnya berapa jadinya?
Rp 30-33 juta per meter persegi tuntutan 140-150 juta, kemudian pemerintah appraisal Rp 30-33, pengadilan negeri 60 juta, pemerintah banding kemudian keputusan MA Rp 30-35 juta.

Lahan eksekusi sudah tinggal dikerjain. Karena Haji Nawi nanti stasiun yang akan terlambat nanti selesai. Sementara terpaksa enggak berhenti di situ sambil selesaikan.

Upaya mengebut pembangunan?
Upaya kita lakukan adalah pertama memastikan semua kegiatan konstruksi itu berlangsung dengan sebuah schedule atau jadwal pelaksanaan yang namanya accelerated schedule memastikan bahwa di Agustus 2018 seluruh pekerjaan konstruksi itu sudah bisa kita selesaikan.

Setelah konstruksi langkah selanjutnya apa?
Kemudian pekerjaan sistem. Pemasangan rel sudah mulai, pemasangan electrical. Agustus sudah mulai ada integrasi namanya, jadi mengintegrasikan seluruh pekerjaan-pekerjaan yang sudah berjalan dengan namanya system integration dengan rel kereta kemudian persinyalan mulai dihidupkan mulai Agustus sampai November. Desember Januari Februari trial run, uji coba tapi tanpa penumpang, masinis sudah jalan petugas sudah jalan berbagai skenario drill, memastikan pada saat operasi benar-benar kita sudah siap.

Teknologinya?
Kita menggunakan CBTC di mana kontrol sinyal dilakukan dari Lebak Bulus, kapan berangkat kapan berhenti. Fungsi masinis dalam keadaan-keadaan emergency.

Ini sudah pakai communication di set di kita punya operation command center di situ seluruh kereta dioperasikan kapan berangkat dilihat di layar posisi tadi dikontrol. Masinis kontrol mungkin pada saat tutup pintu akan ada penumpang harus dikontrol dan pada saat terjadi situasi emergency, tidak bisa dikontrol dari sana ya.

Ada rencana pembangunan dengan konsep dari TOD itu sendiri seperti apa?
Harus dipahami konsep TOD itu apa, TOD ini kan sebenarnya sebuah pengembangan kawasan skeiar stasiun yang orientasinya adalah public transport, jadi bagaimana meningkatkan kenyamanan bertransportasi publik di kawasan-kawasan stasiun kemudian ujungnya membawa kenaikan ekonomi dari akwasan tersebut. Ada kenaikan transportasi publik, ada kenaikan penumpang ridership, yang kemudian punya implikasi kepada kenaikan kawasan, kenaikan wilayah ekonomi kawasan itu yang akan membuat kawasn itu dibangun menjadi lebih bagus.

Oleh sebab itu memang kawasan TOD harus ada kerja sama antara pengelola transportasinya, dengan properti yang ada di situ.

Akan dibangun apa saja di kawasan TOD dan tiitknya di mana aja?
Kalau kita kan punya ada 13 stasiun kan. Jadi awalnya itu kawasannya seperti ini, ini jalan ini mobil ketika terjadi TOD itu sudah ada namanya subway, kereta. Kereta naik ke atas nah karena ada pergerakan 170.000 orang per hari, artinya ada kenaikan di stasiun ini. Akibatnya terjadi kenaikan nilai kawasan, NJOP nya economic value meningkat.

Karena nilai ekonomi kawasan meningkat, yang tadinya orang cuma bikin satu, dia bisa naikin nih (tinggi bangunan) bahkan mungkin ditambah lagi (bangunan) supaya padat. Density meningkat karena orang nambah, kalau density meningkat, pergerakan lebih besar. Karena lebih besar harus dikelola, kalau enggak macet ini. Oleh sebab itu harus ada integrasi namanya, antara pengelolaan kereta, rail dengan properti (gedung), sama-sama harus berkontribusi supaya properti ini mengembangkan kawasan menjadi lebih bagus, properti ini tugasnya memberikan, membangun kawasan yang lebih bagus. Jadi ada public facility-nya, ada interkoneksinya ada ruang publik yang bagus itu harus dibangun.

Dibangun oleh pemilik gedung?
Diwajibkan makanya MRT mendapatkan kewenangan dikelola oleh MRT sebagai operator utama.

Di 13 Stasiun?
Sekarang di 8 (stasiun). Kenapa harus ada yang mengatur kawasan ini bagaimana mengelolanya supaya tidak masing-masing. Kenapa MRT yang ngatur? Karena MRT adalah operator yang menjalankan trasportasinya di sini, termasuk mengkoordinasikan dengan ada TransJakarta, ada commuter yang lain harus dikoordinasikan. Operator utama ini mulai dari perencanaan kawasan, kemudian pelaksanaan, sampai dengan pengelolaan, mengelola ini yang harus terjadi. Ada kerja sama pemerintah bangun infrastruktur, ada MRT, dan ada properti. Ini baru bisa TOD.

Fasilitasnya apa saja?
Semua fasilitas publik yang ada, yang pertama adalah fasilitas tranportasi publik, ruang jalan yang nyaman bagi pejalan kaki, ruang publik ada taman ada seluruh fasiltas publik yang dimungkinkan membuat orang nyaman beraktivitas di sini.

Bisa enggak di Sudirman yang padat seperti itu dibangun TOD?
Masih bisa. Kita merangkul properti bicara dengan merekan untuk perencanaan, masterplan. Masterplan TOD, ada apa saja di sini masterplan ini mengikat dan dalam pelaksanaan harus dibangun sama seperti itu. setelah itu dikelola oleh MRT.

Misalnya di gedung sekitar stasiun harus ada fasilitas tambahan lagi?
Iya sekitarnya supaya nyaman.

Fasilitasnya apa saja?
Pasti taman, trotoar, akses pejalan kaki yang bagus menghubungkan antara seluruh stasiun yang ada, pasti ada publik bisa berinteraksi, ada plaza. Sehingga nilai kawasan betul-betul bagus.

Kalau enggak kita kelola nih, yang datang adalah macet, semrawut pasti kan. Kita harus buat aturan sedemikian sehingga situasi yang nyaman bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Properti bangun bangunan baru pakai dana mereka? Dan nanti pendapatan bisnisnya bagaimana?
Oh iya, makanya tadi ada tiga, pemerintah dalam bentuk pajak, kemudian MRT dalam pengelolaan.

MRT dapat bagian enggak?
Pasti, MRT dalam bentuk biaya pengelolaan kawasan, interconnection fee, ada management fee.

Karena kalau itu tidak dikelola, nilai kawasan pasti jeblok. Kalau lampunya ada terang dibersihin setiap kali kan.

Ada hunian seperti rumah susun di TOD?
Ada, tergantung, mix used development pasti. Tapi kita kan akan lihat kawasannya, manapas rumah susun, mana pas untuk perkantoran .

Kemungkinan di mana yang layak dibangun rumah susun?
Rumah susun mungkin itu di Lebak Bulus, atau mungkin beberapa di Fatmawati kita akan lihat apakah di Blok M. Ini masih dikaji semuanya.

Berapa train set saat beroperasi di 2019?
Trainsetnya akan ada 16, satu train set 6 cars, 6 gerbong berarti 96 sedang dibuat di Jepang.

Ada underground dan ada elevated kondisi lintasannya nanti seperti apa?
Di dalam terowongan itu ada dua bukan hanya satu, kiri kanan. Jadi kereta itu di elevated ada lebar kiri kanan juga jadi ada dua track di atas, satu dari arah selatan ambil kanan, turun ke bawah sampai ke sini.

Nanti waktu tempuhnya berapa?
Tiga puluh menit, jadi kita pasti. Ditawarkan kenyamanan dan tingkat kepastian waktu. Jadi berangkat 30 menit dari Lebak Bulus, jam 7 dari Lebak Bulus, 7.30 HI.

Keberangkatannya berapa menit sekali?
Lima menit saat jam sibuk. Jam sibuk kita lihat jam 6 sampai 9 pagi. Jam sore tidak, kalau sore kan orang sudah pulang kan. Kalau pagi semua orang akan rush ke kantor. Tapi kita akan lihat nanti perkembangannya, dievaluasi.

Keberangkatan normal?
Normalnya 10 menit sekali, enggak terlalu jauh. Masyarakat tidak perlu khawatir ketinggalan kereta, oke 10 menit lagi akan ada kereta dan kereta bisa bawa sampai 1.900 orang, 1.200-1.900 orang. Jadi banyak dan datang lagi volume dibawa cukup banyak.

Berhenti di masing-masing stasiun berapa menit?
Karena kan 30 menit ya, ada 13 stasiun jadi kira-kira sekitar 1 menit berhenti di tiap stasiun jalan lagi.

Apa yang ditawarkan biar masyarakat beralih ke transportasi umum?
Yang pertama itu ketepatan waktu, jadi ketepatan waktu paling pertama orang bisa hitung tiba jam berapa. kedua, kenyamanan dan keamanan bertransportasi, jadi nyaman kemudian aman dalam bertransportasi itu yang ditawarkan berikutnya adalah lifestyle gaya hidup semua bisa dinikmati dengan bertransportasi MRT

Lifestyle orang itu naik MRT bukan hanya naik keretanya tapi ada servis-servis lain yang didapatkan misalnya di setiap stasiun akan ada minimart, akan ada cafe disiapkan cultural event temanya berbeda-beda. Sehingga orang bisa nikmati naik MRT enggak hanya naik kereta juga kenyamanan ada kenikmatan ada situasi menikmati musik jadi melting pot of Jakarta, tempat berkumpulnya orang Jakarta. Kalau mau datang ya ke stasiun MRT kita jalan di situ.

Kita sangat berharap bahwa masyarakat Jakarta ini akan menggunakan tempat bertemu, tempat apresiasikan dirinya kalau ada kesenian atau apa bahkan di sekitar stasiun akan dikembangkan.

Berikutnya adalah di kawasan-kawasan sekitar stasiun karena kita sedang mengelola kawasan di sekitar stasiun juga. Ini hak pengelolaan yang diberikan ke MRT, TOD kita akan tata sedemikian seindah mungkin.

Kembali lagi ke MRT, pengoperasiannya jam berapa?
Jam 5 (pagi) sampai jam 12 malam.

Ketika beroperasi nanti sistem pembayarannya bagaimana?
Maret (2019) operasi. Kan pemerintah introduce kartu JakartaOne, kita juga punya kartu yang nanti siap diintegrasikan.

Kartu sendiri?
Iya, ada kartu MRT, tetapi di dalam slot kartu MRT ada 6 slot. Jadi 6 tempat, satu kartu MRT, 5 lagi bisa kartu lain.

Sambil ini dibangun, disiapkan kerja samanya seperti apa.

Kerja sama dengan bank?
Belum, makanya kita terikat dalam JakartaOne aja. Kartu MRT bagian dari JakartaOne, MRT cetak kartu. Kan ada 6 slot kartu memungkinkan pembayaran, nantin sisanya slot lain.

Kalau seluruh Jakarta sudah satu kartu tinggal satu slot aja.

Perbedaan MRT yang akan beroperasi di Maret 2019 dengan MRT di negara-negara lain?
Perbedaannya, sebenarnya metro system. Prinsipnya sama semacam jalur yang menghubungkan titik-titik yang punya pemukiman padat di kota. Jadi itu prinsipnya MRT.

Perbedaan teknologi misalnya?
Kalau seperti itu harus detail ya, tapi kalau persinyalan kita kan ada juga sudah pakai CBTC ada juga masih, kalua ini moving block, ada fixed block. Singapura, Hong Kong ini konsepnya.

Investasi MRT tahap I totalnya berapa?
Rp 16 trtiliun dari Jepang semuanya, fase dua itu Rp 22,5 triliun.

Jepang sebagai pemberi pinjaman atau punya saham juga?
Pinjaman. Ini perusahaan BUMD 100% dimiliki pemerintah DKI.

Untuk bangun fase satu dan fase dua, itu pendanaan datang dari pinjaman pemerintah Jepang yang 51% itu, kan semua pinjaman harus turun ke pemerintah pusat. Jadi pemerintah pusat 51% diteruskan ke DKI sebagai utang, diteruspinjamkan, kemudian 49% dihibahkan. Jadi 49% utang ditanggung pusat, 51% ditanggung pemerintah DKI.

Harga tiketnya berapa?
Harga tiket belum diputuskan, jadi tahun ini kan kita masih melakukan ridership survey untuk melakukan berapa sih penumpang yang akan melalui. Itu yang akan menentukan harga tiket dari situ.

Tapi kalau dengan angka 173.000 (penumpang per hari) ini kan kita dapat angka sekitar commercial tariff ya sekitar Rp 17.000-Rp 20.000 (per orang), tapi ini bukan harga tiket karena harga tiket nanti harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Kalau pemerintah mutusin enggak subsidi ya harganya Rp 17.000, kalau subsidi Rp 10.000 berarti Rp 7.000, kira-kira gitu. Ini harga keekonomian namanya.

Tarifnya flat ke semua stasiun tujuan?
Itu juga belum ditentukan, saya bilang Rp 17.000 flat tariff nanti akan kita tentukan scheme-scheme-nya.

Pembangunan MRT tahap dua kapan dimulai?
Tahap dua mulai tahun depan, tahun ini sudah mulai basic engineering design-nya, sudah mulai kita lakukan ya. Langsung kan tipe kontraknya design and build, full design adalah kontraktor pemenang kita. Jadi bulan tahun depan tenderkan proyeknya dan setelah tenderkan dapat pemenangnya dan setelah itu eksekusi. Dalam proses itu akan ada full design. Kita rencanakan groundbreaking kita mulai tahun depan Desember.

Stasiun mana saja?
HI sampai Kampung Bandan. Stasiunnya ada 8 stasiun mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar sampai Kota. Kampung Bandan stasiun terakhir dan depo kaya Lebak Bulus.

Tahap dua investasinya berapa?
Sekitar Rp 22,5 triliun, lebih gede karena tingkat kesulitannya lebih tinggi biayanya lebih besar. Ini akan lewat jalur bawah tanah dan dia lebih dalam karena akan lewati berada di bawah sungai, kali. Di sepanjang jalan Hayam Wuruk, Gajahmada. Akan lewat di bawah Kota Tua. Jadi ini sedang dilihat membutuhkan teknologi yang lebih canggih dan pekerjaan yang lebih kompleks dari fase satu.

Lebih dalamnya berapa meter dibandingkan fase satu?
Delapan belas sampai kedalaman terdalam 30 meter. Nanti bias di bawah 30 meter. 30 meter di Dukuh Atas karena dia di bawah kali Banjir Kanal kan, satu lagi di bawah Kali Krukut.

Kan stasiunnya jauh di bawah tanah kemudahan aksesnya bagaimana?
Kalau 30 meter lebih tinggi saja naiknya. Jadi kita ada tanggam lift ada escalator. Kalau lift untuk penyandang disabilitas, kalau eskalator ya siapa saja silakan saja, turunnya enggak sekaligus turun ke platform, turunnya kalau dari atas ke concord level tapping kartu, tapi itu biasa, kalau di Hong Kong 5 kali turun, kita dua kali, kecuali Dukuh Atas itu tiga karena lebih dalam.

MRT jilid dua ini dananya dari Jepang juga?
Jepang juga.

Pinjaman kedua nanti ada yang dialihkan ke pembangunan MRT tahap satu?
Pertama itu Rp 14 triliun yang kita laksanakan sekarang, ternyata yang dibutuhkan tidak cukup RP 14 triliun, yang dibutuhkan RP 16 triliun, kurang Rp 2 triliun. Makanya Rp 2,5 triliun diambil dari sini (pinjaman tahap dua).

Total pinjaman tahap dua Rp 25 triliun?
Iya, Rp 25,6 triliun. Ini fase satu Rp 14 triliun tidak cukup minta tambahan dana diputuskan Rp 2,5 triliun dari tahap dua.

Bunganya berapa?
0,1%

Bisa beroperasi berapa lama MRT ini?
Penyelenggaraan kita dengan DKI 30 tahun tapi bisa diperpanjang 20 tahun.

Harapannya dengan adanya MRT nanti?
Pertama mari ramai-ramai menggunakan MRT Jakarta, kalau selama ini menggunakan kendaraan pribadi kita menawarkan kenyamanan baru dan berharap masyarakat bisa beralih menggunakan MRT. Kemudian mari memiliki prasarana ini karena investasi mahal berharga dan harapannya untuk Indonesia. Kita berharap pengalaman bangun MRT pembelajaran bagi Indonesia bagi kota-kota lain untuk menyelesaikan persoalan kemacetan.

Pak Jokowi sering bilang ini ketinggalan memulai bangun MRT?
Iya kalau kita lihat di ASEAN adalah Negara terakhir yang belum bangun system transportasi MRT. Jadi bukan negara terakhir, kita terlambat dibandingkan misalnya, Manila adalah kota pertama yang punya MRT kan ya yang sekarang kita sama-sama bangun dengan Hanoi dengan Vietnam bangun di Hanoi dan Ho Chi Minh. Jadi memang terlambat tapi ya sudah lah daripada tidak sama sekali dan cost-nya besar bangun dalam situasi seperti ini kita sudah terlanjur macet. Kita berharap bisa mengatasi soal kemacetan tadi. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed