Follow detikFinance
Selasa, 21 Agu 2018 07:41 WIB

Wawancara Dirut Jasa Marga

Buka-bukaan Dirut Jasa Marga Soal Tol Jokowi Kemahalan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
FOKUS BERITA Tol Jokowi Kemahalan?
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki target prestisius dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Dalam lima tahun, keduanya menargetkan pembangunan 1.800 km jalan tol, di saat panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia sampai 2014 baru sekitar 800-an km.

Pembangunan jalan tol digenjot di sejumlah daerah berkembang di Indonesia. Karakter bisnis tol yang membutuhkan biaya investasi yang sangat besar, di saat pengembalian investasinya cukup lama membuat badan usaha harus banyak-banyak putar otak.

Terutama pembangunan jalan tol saat ini merupakan murni investasi swasta atau badan usaha. Jasa Marga sebagai pemain paling lama memegang peranan paling besar dalam pembangunan tol di Indonesia.

Namun, di saat yang bersamaan tol-tol baru yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Jokowi justru diterpa isu tak sedap. Tarif melewati jalan tol yang baru dibuka disebut mahal dan sepi peminat. Adapula yang menyebut jalan tol di Indonesia banyak yang dijual lantaran kekurangan biaya membangun.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjawab hal tersebut secara blak-blakan kepada detikFinance. Di sela-sela kunjungan kerjanya ke proyek tol Balikpapan-Samarinda, mantan Direktur Operasi Waskita Karya ini juga berbagi cerita bagaimana strategi Jasa Marga menyambungkan Indonesia lewat jalan berbayar.

Berikut wawancara lengkapnya:

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed