Wawancara Khusus Dirut AP II Muhammad Awaluddin

Buka-bukaan Nasib Bisnis Penerbangan di Tengah Pandemi

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 31 Agu 2020 08:30 WIB
Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin
Foto: Rini Friastuti/detikcom
Jakarta -

Industri penerbangan menjadi salah satu yang terdampak paling parah akibat kehadiran pandemi COVID-19. Tak hanya maskapai penerbangan saja berdarah-darah terdampak wabah itu, bisnis pengelolaan bandara juga ikut kena imbas.

Lalu, separah apa pandemi COVID-19 memukul industri ini? Mungkinkah industri tersebut pulih dengan segera saat vaksin COVID-19 yang jadi penentu berhasil ditemukan?

Simak wawancara eksklusif detikcom dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Bagaimana bisnis AP II berjalan selama masa pandemi ini?

Jadi kalau di situasi pandemi COVID-19 ini bandara harus tetap beroperasi karena bandara tidak boleh di-nonaktifkan atau di-non-operasikan. Hal-hal yang mungkin yang perlu ditata adalah pada saat adakah melayani penerbangan atau tidak.

Dan ini sudah kondisinya sudah terlewati pada saat yang cukup sulit pada situasi mungkin April pada saat pembatasan perjalanan orang itu kan terjadi cukup masif dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan. Ada PSBB, ada larangan mudik, kemudian juga ada SIKM, karena pada saat itu, April, Mei, dan berakhir di 7 Juni. Pada saat itu pembatasan perjalanan orang kan konsepnya adalah pengendalian dan pengawasan.

Sehingga memang masyarakat pun dihimbau untuk membatasi perjalanannya dan dampaknya kan memang secara penerapan regulasi itu cukup baik terhadap bagaimana kemudian pembatasan perjalanan itu terjadi.

Akan kami sampaikan datanya, bagaimana kemudian, apa yang tadi saya sampaikan itu berkorelasi terhadap pergerakan di data angkutan udaranya.

Ini kami tampilkan data dari tanggal 1 Maret-24 Agustus. Data ini memperlihatkan bagaimana kemudian pergerakan pesawat dan penumpang itu relevan dengan berlakunya regulasi-regulasi tadi.

Kalau kita lihat dari data yang kami punya pertengahan Maret itu sudah terjadi penurunan, itu kan pada saat pertama kali Pemerintah mengumumkan adanya positive cases yang pertama, tanggal 2 Maret waktu itu.

Pada Januari-Februari, angkutan udara itu pergerakannya masih normal, itu bisa diperlihatkan dari grafik batang warna biru muda dan biru tua, itu adalah pergerakan pesawat domestik dan internasional. Yang biru tua penerbangan internasional, biru muda penerbangan domestik.

Dampak Corona ke traffic bandaraDampak Corona ke traffic bandara Foto: Istimewa AP 2

Sedangkan untuk grafik garis warna merah, itu adalah pergerakan penumpang, jadi sampai dengan pertengahan Maret kemudian April turun sampai ke bulan Mei, dan terus berlanjut sampai dengan tanggal 7 Juni. Pada Tanggal 7 Juni adalah masa berakhirnya untuk PM 25 (Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020) dan SE 32-33 Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara termasuk SE 05/2020 dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6 7


Simak Video "Bandara Soetta Sempat Dibanjiri Penumpang, Ini Solusinya"
[Gambas:Video 20detik]