Blak-Blakan Direktur TBS Pandu Sjahrir: Elon Musk Ubah Jadwalnya Demi Bertemu Jokowi

ADVERTISEMENT

Blak-Blakan Direktur TBS Pandu Sjahrir: Elon Musk Ubah Jadwalnya Demi Bertemu Jokowi

Syailendra Hafiz Wiratama - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2022 07:04 WIB
Jakarta -

Pertemuan Presiden Jokowi dengan bos Tesla dan SpaceX Elon Musk jadi perbincangan selama sepekan terakhir. Bahkan Elon Musk akan memenuhi undangan Jokowi untuk berkunjung ke Indonesia November tahun ini.

Direktur TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir saat berbincang dengan detikcom dalam program Blak-blakan, menuturkan, pertemuan Jokowi dan Elon Musk digagas Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang sempat bertemu sebelumnya dengan Elon Musk, Selasa (26/4/2022).

Dalam pertemuan itu Luhut memberi tahu Elon Musk terkait agenda Jokowi yang akan hadir di Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN dan AS yang digelar di Washinton DC, Amerika Serikat pada 11-13 Mei 2022. "Ini mau ada US ASEAN Summit, bisa ngga bertemu dengan Jokowi?" Kata Luhut kepada Elon Musk seperti ditirukan Pandu.

Mendengar hal tersebut Elon menyambut baik tawaran Luhut. Ia pun langsung mengubah agendanya dan menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Jokowi disela-sela kunjungannya ke AS.

Keponakan Luhut ini juga mengungkapkan, pertemuan antara Luhut Elon Musk yang berujung dengan kunjungan Jokowi ke markas SpaceX sudah berproses selama 8 bulan. "Pertemuan Luhut dan Elon Musk sudah diagendakan sejak 8 bulan yang lalu," terang Pandu.

Pembicaraan terkait rencana pertemuan Luhut dan Elon Musk, lanjut Pandu, semakin intensif sejak 2 bulan lalu setelah ada kesepakatan antara CATL dan LG. "Nah dari sisi Teslanya semangat, dia bertanya apa yang bisa dikerjain," ujar Pandu.

Pandu yang ikut dalam rombongan Luhut saat bertemu Elon Musk mengatakan, dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu sangat berisi. Elon Musk sangat fokus sekali pun terlihat kurang tidur lantaran di hari yang sama dia mengeluarkan pengumuman akan membeli Twitter.

"Jadi yang hebat dari dia (Elon Musk) itu, dia sangat fokus. Dia sangat tahu tentang Indonesia, 270 juta populasi, 150 juta middle class growing dan sebagainya," kata pria kelahiran 17 Mei 1979 di Boston, Amerika Serikat.

Dari pengakuan Pandu sosok Elon Musk sangat humble walau pun ada pandangan dari sebagian masyarakat yang nyinyir terkait pakaiannya yang hanya memakai kaos. Tapi menurut Pandu sebelumnya memang sudah diinfokan jika pertemuan bersifat santai.

"Saya aja waktu itu mau ganti kaos cuma kan ngga boleh, wong Pak Luhut pake jas ya kita harus ikut pake jas, padahal kita udah siap pakai hoodie," seloroh Pandu.

Pandu pun meyakini janji Elon Musk datang ke Indonesia akan terwujud. Sebab dari beberapa meeting yang dilakukan Elon Musk sikapnya konsiten dan kehadiran Elon Musk akan menjadi sinyal yang bagus untuk kemajuan Indonesia.

(ddg/ddg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT