Sebuah anekdot untuk menggambarkan maraknya penyelundupan di Indinesia: kalau mau cepat kaya sebaiknya jadi penyelundup. Lantas apa saja yang dilakukan Direktorat Bea Cukai yang menjadi garda depan penjaga kawasan ekspor impor?
Untuk mengetahui apa yang dilakukan Bea Cukai dalam mencegah penyelundupan, termasuk seluk-beluk penyelundupan, detikFinance melakukan wawancara dengan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Kamis (5/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paling banyak barang selundupan dari negara mana?
80 persen barang selundupan dari Singapura.
Bukan China yang paling banyak?
China lewat Singapura, kadang-kadang polisi nasional kita itu malah berpihak kepada mereka, contohnya diberi free trade zone, itu kan lubang buat penyelundup, jadi kita sudah jungkir balik, jadi repot.
Bukan orang saya saja, polisi nasional juga perlu ditata, selama ini yang sering disalahkan Bea Cukai. Wong sidak bersama saja banyak yang nyalahin, gak ada iklim yang kondusif bagi orang yang memperbaiki karena banyak kepentingan.
(Anwar pun kemudian menceritakan mengenai kondisi anak buahnya ketika mencoba memberantas penyelundupan)
Tembak menembak dengan penduduk iya, anak buah saya ditodong polisi pernah. Tapi cerita di media, anak buah saya ditangkap polisi, jadi dibolak balik.
Makanya ditanyakan saya senang apa tidak. gimana saya motong lingkaran setan. Terus terang di Republik ini kalau mau kaya menyelundup, bapak coba sebut orang terkaya (katanya sambil meminta kami menyebutkan menyebutkan nama orang terkaya).
Sekarang, kita ini memang harus perang. Kalau mau instan cepat kaya, ya zaman jahiliah dulu kerja di Bea Cukai. Sekarang kita kan memang hijrah, kalau potong satu generasi ya gak lah, kalau saya ini sudah mau pensiun punya idealisme sendiri.
Paling banyak dari penyelundupan itu apa barangnya?
Tekstil, handphone.
Kalau ada pengaduan dari pelaku usaha, importir maupun eksportir mengenai pelayanan Bea Cukai bagaimana?
Ya kasih data yang jelas, nanti kita buktikan, asal jangan mengadu karena ketidaksukaan. Jangan mendzhalimi orang lah.
Tapi ada juga pengaduan yang menyesatkan, misalnya dia ngadu ke anak buah saya, tapi ternyata mereka itu PPJK, yang disebut custom broker disana dia menyimpang.
Pengaduan itu harus jelas benar, tapi kalau ngadu karena ketidaksukaan, jangan lah orang yang baik kok diperiksa.
Coba lah sampaikan kepada kami, kita ini kan ada Client Coordinator (CC), di KPU, ada CC di sana mengadu kalau ada masalah. Saya bentuk CC di sana, dulu kan ngadu ke dirjen. Sesuai aturan jangan minta penyimpangan, kadang-kadang mengadu minta penyimpangan, dulu boleh sekarang gak
Ada yang kirim minta diberi penyimpangan?
Ada
Anda sudah menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai selama lebih dari 2 tahun. Bagaimana kondisi Bea Cukai selama ini?
Sudah on the track saja tapi jangan membayangkan ini bisa instan semua selesai, yang penting kontinu, kita konsisten, serius butuh leader.
Terus terang Keppres pensiun saya sudah keluar. Saya pensiun 1 Januari 2009, tapi menurut aturan kan saya harus mengajukan 1 tahun sebelumnya, sudah saya ajukan Desember 2007 dan diproses kemarin 23 Mei sudah keluar.
Tidak lama lagi dong?
Kalau aturannya harus pensiun, kalau saya konsisten, jabatan bukan segalanya, amanah bisa dimana-mana, ngemong cucu kan amanah juga. Apa yang dicari, anak saya bisa kerja sendiri, hidup sendiri tanpa merepoti kita, anak saya 3, satu di AIA, Chevron, satu lagi menetap di Kanada kerja di sana. Cucu saya ada 5. (ddn/qom)











































