Wall Street 'Istirahat' Setelah Melonjak Tajam
Selasa, 07/02/2012 07:19 WIB
Foto: Reuters
New York - Bursa Wall Street ditutup melemah tipis digerus sentimen negatif dari krisis di Yunani dan juga laporan keuangan perusahaan yang kurang menggembirakan. Hal itu mengurangi optimisme membaiknya pertumbuhan ekonomi global.
Sejauh tahun 2012 ini, saham-saham sudah bergerak menguat dengan indeks S&P naik hingga 7% didorong oleh data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. Kenaikan tajam saham-saham bahkan terjadi akhir pekan lalu, didorong oleh membaiknya data tenaga kerja.
Data-data laporan keuangan perusahaan yang cukup baik juga terus mendorong kenaikan harga saham-saham. Pada Senin kemarin, dari 290 perusahaan di S&P 500 yang sudah melaporkan keuangannya, sebanyak 60% berhasil meraup laba yang melebihi ekspektasi.
"Perusahaan-perusahaan tidak mengejutkan jika dibandingkan kuartal sebelumnya, yang dapat berarti akan terjadi perlambatan untuk sementara. Dapat dikatakan, saya bisa melihat level 1.400 untuk S&P pada musim panas jika kita tidak mendapatkan kabar mengejutkan dari Eropa," ujar Tommy Huie, president dan chief investment officer BMO Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/1/2012).
Pada perdagangan Senin (6/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 17,10 poin (0,13%) ke level 12.845,13. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,57 poin (0,04%) ke level 1.344,33 dan Nasdaq melemah 3,67 poin (0,13%) ke level 2.901,99.
Dari Eropa, kabar kurang menyenangkan datang dari Yunani. Para pemimpin di Athena ternyata gagal merespons rincian bailout dari Uni Eropa dan IMF. Padahal Yunani membutuhkan dana tersebut pada Maret untuk bisa membayar utang dan mencegah gagal bayar.
"Tidak mengejutkan untuk pasar sedikit menahan nafas setelah permulaan yang sangat kuat pada tahun ini, terutama masih banyaknya kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi di Eropa," ujar Bernie Schoenfeld, analis dari NBY Mellon Wealth Management.
Perdagangan berjalan lambat dengan transaksi di New York Stock Exchenge, AMEX dan Nasdaq sebanyak 5,82 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,84 miliar lembar saham.
(qom/qom)
Sejauh tahun 2012 ini, saham-saham sudah bergerak menguat dengan indeks S&P naik hingga 7% didorong oleh data ekonomi AS yang lebih baik dari ekspektasi. Kenaikan tajam saham-saham bahkan terjadi akhir pekan lalu, didorong oleh membaiknya data tenaga kerja.
Data-data laporan keuangan perusahaan yang cukup baik juga terus mendorong kenaikan harga saham-saham. Pada Senin kemarin, dari 290 perusahaan di S&P 500 yang sudah melaporkan keuangannya, sebanyak 60% berhasil meraup laba yang melebihi ekspektasi.
"Perusahaan-perusahaan tidak mengejutkan jika dibandingkan kuartal sebelumnya, yang dapat berarti akan terjadi perlambatan untuk sementara. Dapat dikatakan, saya bisa melihat level 1.400 untuk S&P pada musim panas jika kita tidak mendapatkan kabar mengejutkan dari Eropa," ujar Tommy Huie, president dan chief investment officer BMO Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/1/2012).
Pada perdagangan Senin (6/2/2012), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 17,10 poin (0,13%) ke level 12.845,13. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah tipis 0,57 poin (0,04%) ke level 1.344,33 dan Nasdaq melemah 3,67 poin (0,13%) ke level 2.901,99.
Dari Eropa, kabar kurang menyenangkan datang dari Yunani. Para pemimpin di Athena ternyata gagal merespons rincian bailout dari Uni Eropa dan IMF. Padahal Yunani membutuhkan dana tersebut pada Maret untuk bisa membayar utang dan mencegah gagal bayar.
"Tidak mengejutkan untuk pasar sedikit menahan nafas setelah permulaan yang sangat kuat pada tahun ini, terutama masih banyaknya kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi di Eropa," ujar Bernie Schoenfeld, analis dari NBY Mellon Wealth Management.
Perdagangan berjalan lambat dengan transaksi di New York Stock Exchenge, AMEX dan Nasdaq sebanyak 5,82 miliar lembar saham, di bawah rata-rata harian yang sebesar 7,84 miliar lembar saham.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
