detikfinance

RI Rajin Impor Buah dan Sayur dari China, Ini Alasan Gita Wirjawan

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 03/04/2013 14:30 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2013/04/03/4/143202_gitawirjawan.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -Indonesia masih banyak mengimpor barang-barang dari negeri tirai bambu, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. Kenapa sayur dan buah asal China paling banyak diimpor Indonesia?

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, Indonesia tidak ada ketergantungan melakukan impor padake satu negara khusus. China hanyalah satu dari beberapa negara asal produk impor di Indonesia.

"Nggak ada ketergantungan terhadap China, tapi mereka sudah menjadi produsen yang besar dan efisien," kata Gita usai rapat dengan Komisi VI DPR yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4/2013).

Menurut Gita, China merupakan negara produsen sayur dan buah yang besar. Produk sayur dan buah asal China sangat kompetitif dan murah.

"Harganya mungkin sangat kompetitif, kelihatannya begitu," cingkat Gita.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, China masih menjadi negara pengekspor sayuran dan buah-buahan terbesar ke Indonesia khususnya Februari 2013. Negara Tirai Bambu tersebut berada di atas Amerika Serikat, Thailand, ataupun Australia.

Data BPS yang dikutip detikFinance, sayuran China masuk ke dalam negeri di Februari 2013 sebanyak 23.000 ton atau senilai US$ 16,4 juta.Next

Halaman 12
(zul/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut