Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 07 Okt 2019 12:27 WIB

Laporan dari Yordania

Orang Terkaya RI Ragu MotoGP Mandalika Bisa Sedot Penonton

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: MotoGP.com Foto: MotoGP.com
Amman - Salah satu orang terkaya Indonesia, Dato' Sri Tahir bicara soal rencana gelaran MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2021 mendatang. Tahir mencontohkan gelaran F1 yang digelar sejumlah negara tak mendapatkan keuntungan.

"Itu F1 aja itu di seluruh dunia itu rugi kalau nggak didukung pemerintahnya, Singapura sudah tutup. Malaysia sudah tutup," kata Tahir saat berbincang dengan detikcom di Hotel Fairmont, Amman, Yordania, (3/10/2019) lalu.

Tahir menambahkan, Singapura menyelenggarakan F1 untuk mempromosikan negaranya. Ada tujuan lain yang ingin didapatkan daripada sekadar melaksanakan balapan.

"Singapura tiap tahun itu pemerintahnya keluar uang ratusan juta Singapore dolar untuk dukung F1 karena Singapura global city dia perlu promotion. Bukan hanya hari itu F1 selesai, dia ada rembetannya," tuturnya.


Kembali ke Mandalika, ia pesimistis gelaran MotoGP di 2021 bisa mendatangkan banyak penonton. Terlebih lagi untuk menggelar acara ini juga kerap kali harus menelan kerugian, bukan keuntungan.

"F1 itu semua perusahaan rugi, tidak pernah ditangani oleh swasta," katanya.

"Saya ndak melihat ada orang mau lihat balapan motor ke Mandalika. Menurut saya rationality saya nggak masuk," tambahnya.


Berbeda dengan F1 di Shanghai April 2019 lalu. Gelaran bergengsi ini didukung penuh karena memiliki dampak berlipat.

"Shanghai didukung bukan karena F1-nya, ada lima industri, satu dia pusat keuangan, satu dia pusat perkapalan, heavy industry, pabrik baja terbesar itu di daerah sana itu," ujarnya.

Simak Video "Hasil MotoGP Thailand: Marquez Juara Dunia 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com