Dikatakan Hatta, saat ini sudah tidak ada keributan dan salah paham antara kedua menteri yang berada di bawah koordinasinya tersebut.
"Saya sudah berbicara dan tidak ada keributan lagi. Itu impor yang masuk adalah karena keterlambatan impor yang sudah diizinkan terdahulu. Impor terjadi karena ada permintaan," tutur Hatta saat ditemui di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mengenai nasib puluhan ribu ton garam impor yang disegel, Hatta mengatakan belum menentukan nasib garam tersebut. Sebanyak 29.000 ton garam impor asal India disegel di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini menyusul temuan 11.600 ton garam serupa Ciwandan, Cilegon Banten pada 6 Agustus lalu.
"Kita cari jalan terbaiklah, tidak boleh ada kekurangan karena garam yang disegel. Tapi belum ada keputusan pemerintah soal garam tersebut," jelas Hatta.
Seperti diketahui, Menteri KKP Fadel Muhammad menilai impor garam Indonesia sudah pada tahap kritis. Fadel juga mengaku berseteru dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu terkait izin impor garam yang memperpanjang izin kendati Indonesia sudah masuk masa panen. Namun Kementerian Perdagangan menyatakan impor garam dilakukan karena produksi lokal yang rendah.
Perseteruan soal impor garam ini juga menjadi perhatian Presiden SBY. Menurut Fadel, sikap SBY tak setuju ada impor garam yang berlebihan.
(dnl/dnl)










































