Hatta 'Damaikan' Mari dan Fadel Soal Impor Garam

Hatta 'Damaikan' Mari dan Fadel Soal Impor Garam

- detikFinance
Rabu, 31 Agu 2011 16:15 WIB
Hatta Damaikan Mari dan Fadel Soal Impor Garam
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku sudah berbicara dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad soal keributan masalah impor garam.

Dikatakan Hatta, saat ini sudah tidak ada keributan dan salah paham antara kedua menteri yang berada di bawah koordinasinya tersebut.

"Saya sudah berbicara dan tidak ada keributan lagi. Itu impor yang masuk adalah karena keterlambatan impor yang sudah diizinkan terdahulu. Impor terjadi karena ada permintaan," tutur Hatta saat ditemui di kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (31/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Hatta, saat ini yang terpenting adalah meningkatkan produksi garam nasional oleh para petani garam di dalam negeri.

Sementara mengenai nasib puluhan ribu ton garam impor yang disegel, Hatta mengatakan belum menentukan nasib garam tersebut. Sebanyak 29.000 ton garam impor asal India disegel di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini menyusul temuan 11.600 ton garam serupa Ciwandan, Cilegon Banten pada 6 Agustus lalu.

"Kita cari jalan terbaiklah, tidak boleh ada kekurangan karena garam yang disegel. Tapi belum ada keputusan pemerintah soal garam tersebut," jelas Hatta.

Seperti diketahui, Menteri KKP Fadel Muhammad menilai impor garam Indonesia sudah pada tahap kritis. Fadel juga mengaku berseteru dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu terkait izin impor garam yang memperpanjang izin kendati Indonesia sudah masuk masa panen. Namun Kementerian Perdagangan menyatakan impor garam dilakukan karena produksi lokal yang rendah.

Perseteruan soal impor garam ini juga menjadi perhatian Presiden SBY. Menurut Fadel, sikap SBY tak setuju ada impor garam yang berlebihan.
(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads