Kabinet Baru Perlu Lanjutkan Program Ekonomi Sekarang
Rabu, 22 Sep 2004 11:05 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian berharap pemerintahan baru nanti yang akan dipimpin oleh SBY bisa melanjutkan program-progran ekonomi yang telah dikerjakan oleh kabinet gotong royong yang dipimpin Megawati. Namun prioritas apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru dalam melanjutkan program ekonomi itu diserahkan kepada pemerintahan baru tersebut."Semoga mereka dapat melanjutkan apa yang telah kita kerjakan. Silahkan ditentukan sendiri (programnya). Yang pasti untuk infrastruktur ini cukup penting karena kita tertinggal sekali sehingga kita sulit berangkat dari angka 5 persen (pertumbuhan)," kata Dorodjatun usai menjadi pembciara kunci dalam seminar mengenai daya saing perekonomian, industri dan perdagangan di Hotel Hilton, Jakarta, Rabu (22/9/2004).Selain infrastruktur, lanjut Dorodjatun, yang tertingal jauh yakni perbaikan di bidang perbankan. Dijelaskan Menko Pererkonomian tanpa pembangunan infrastuktur dan pembangunan industri finansial sulit bagi Indonesia meningkatkan pertumbuhan ekonominya."Untuk finansial kita juga harus melihat apakah bursa efek kita sudah mengikuti standard di ASEAN 4 yakni Thailand, Singapura, Malaysia dan Philipina," terangnya.Saat menjadi pembicara kunci, Dorodjatun juga menjelaskan perlunya peningkatan daya saing yang hingga saat ini selalu menjadi persoalan di Indonesia. Dalam kondisi sosial global kondisi daya saing tidak bisa dihindari. Karenanya di masa depan perlunya kompetisi yang tinggi yang bentuknya tidak hanya kompetisi saja tapi juga gabungan dari kompetisi dan kooperasi (kerjasama). Dia contohnya AFTA yang diberlakukan di kawasan ASEAN yang sifatnya kompetisi dan kooperasi. Oleh karenya diharapkan ASEAN memiliki komunitas ekonomi dan budaya yang sama sehingga minimal bisa seperti di kawasan Eropa."Kita harus tahu selama 6 tahun 7 bulan kita benar-benar menghadapai masa-masa terpuruk. Memang sekarang ekonomi sudah jalan ke atas tapi tidak memuaskan karena angkanya disitu-situ terus. Karena itu kita harus mampu meningkatkan daya saing kita yang sudah mulai mengalami erosi," katanya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































