Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2013 13:33 WIB

Pengusaha Ancam Ganti Tenaga Manusia dengan Mesin, Ini Tanggapan Buruh

- detikFinance
Jakarta - Ancaman pengusaha untuk menggunakan tenaga mesin menggantikan tenaga manusia sebagai imbas lonjakan upah minimum provinsi (UMP) ditanggapi enteng kalangan buruh. Buruh tak keberatan dengan rencana atau opsi mekanisasi penuh pada industri padat karya seperti sepatu, garmen, dan tekstil.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, soal penggunaan mesin atau mekanisasi memang tak bisa dihindari oleh industri padat karya. Ia beralasan kenyataan ini juga terjadi pada negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan lain-lain.

"Dampaknya memang banyak buruh yang akan dikurangi, tapi solusinya mereka bisa masuk ke industri komponen otomotif yang sekarang terus berkembang. Jadi zonasi industri menjadi penting," kata Iqbal kepada detikFinance, Selasa (20/8/2013)

Menurutnya, nanti para buruh industri padat karya yang terkena dampak mekanisasi bisa dialihkan ke industri-industri padat modal seperti otomotif dan elektronika.

"Soal skill itu bisa disiasati dengan menggalakan Balai Latihan Kerja (BLK), meng-upgrade terhadap skill," kata Iqbal.

Ia beralasan, pola kerja industri padat karya dengan industri padat modal seperti otomotif dan elektronika tak jauh berbeda. Cuma seorang buruh harus dibekali dengan kemampuan yang lebih baik ketika terjadi migrasi.

"Memang ada dampak, seharusnya ada regulasi yang mempersiapkan ini. Pekerja padat karya ke masuk industri padat modal, keseimbangan tenaga kerja akan terjadi itu dialami Malaysia, Thailand, dan Filipina," kata Iqbal.
(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com