Selain Tanggul 'Garuda Raksasa', Ini Contoh Tembok Laut yang Ada di Dunia

Selain Tanggul 'Garuda Raksasa', Ini Contoh Tembok Laut yang Ada di Dunia

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2014 13:58 WIB
Jakarta - Pemerintah telah memastikan akan membangun Tanggul Laut 'Garuda Raksasa' atau Giant Sea Wall di Teluk Jakarta. Proyek yang bernama resmi National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu kota Negara (PTPIN) meniru tanggul sejenis di Korea Selatan (Korsel) dan Belanda.

"Kita sudah dilakukan benchmarking (contoh) ke Korea, Belanda, New Orleans dan New York itu sudah semua dilakukan studinya dengan tim," kata Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Basuki Hadimuljono saat ditemui di Kantor PU dalam acara Hari Habitat, Kebayoran Baru, Jakarta. Senin (6/10/2014).

Basuki menjelaskan proyek tanggul raksasa di masing-masing negara memiliki fungsi yang berbeda. Misalnya di Belanda, konsep tanggul raksasa sebagai proses penutupan tanjung laut oleh sebuah tanggul besar. Air laut yang terjebak di dalam tanggul bertahun-tahun mengendap kemudian menjadi air tawar sebagai sumber air bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Air laut di depan (di pesisir) Amsterdam itu sudah tawar. Sehingga menjadi air baku dan untuk macam-macam," imbuhnya.

Contoh lainnya ada di Korea dengan sistem Giant Sea Wall yang diberi nama Saemangeum, Korsel, sebagai tanggul laut terpanjang di dunia hingga 33 Km. Konsep proyek bertujuan untuk meningkatkan sektor pertanian terutama penyediaan air baku dan lahan pertanian baru.

Penyediaan air baku dilakukan dengan membangun tanggul raksasa. Sedangkan menciptakan lahan pertanian baru dilakukan dengan proyek reklamasi.

"Jadi kalau sudah direklamasi tadinya untuk pertanian 100%. Sekarang justru 30% hanya untuk pertanian, 70% untuk tujuan komersil. Itupun reklamasi dilakukan oleh swasta," paparnya.

Berbeda dengan yang ada di Korea dan Belanda, konsep tanggul laut di New Orleans dan New York, tanggul dibangun untuk meredam tsunami dan banjir besar.

"Di New Orleans untuk Tsunami, New York dibuat Giant Sea Wall khusus untuk banjir," katanya.

Sementara itu, di Indonesia, konsep tanggul laut 'Garuda Raksasa' di perairan Teluk Jakarta dianggap sebagai opsi terbaik untuk mencegah Jakarta Utara tenggelam di 2050. Konsep ini banyak punya manfaat seperti adanya tanggul dan waduk raksasa di Teluk Jakarta.

Diperkirakan butuh anggaran hingga Rp 500 triliun (pemerintah dan swasta) untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya pada 2022 atau paling lambat 2030.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads