Artinya, realisasi penyerapan beras petani oleh Perum Bulog di awal tahun 2015 yang masih rendah sebesar 25% dari target atau 700.000 ton tak berdampak pada harga di pasar.
"Harga masih bergerak normal dan stabil. Rendahnya penyerapan beras petani oleh Bulog tidak otomatis menaikkan harga jual beras itu sendiri," ungkap Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta (Koppic Jaya) Zulkifly Rasyid kepada detikFinance, Jumat (8/05/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga normal sesuai harapan," tambahnya.
Sedangkan pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Cipinang berkisar antara 2.500-3.000 ton per hari, angka ini masih normal. Bahkan di tanggal 6 Mei 2015, stok beras yang masuk adalah 3.151 ton.
Sementara itu, melihat data Kementerian Perdagangan (Kemendag) stok beras di Pasar Induk Cipinang hingga 6 Mei 2015 sebesar 45.454 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan DKI Jakarta selama 15 hari ke depan. Stok ini juga dianggap melebihi stok normal yang biasanya sebesar 30.000 ton atau naik 51,51%.
"Proses pemasukan terendah 2.500 ton per hari, tertinggi 3.000 ton per hari," jelas data Kemendag.
(wij/hen)











































