Dari informasi yang dirangkum detikFinance, Senin (13/7/2015) sejak pemerintahan dimulai pada Oktober 2014, sudah tiga kali kedua pimpinan negara ini bertemu.
Dari hasil kunjungan Jokowi ke negeri tirai bambu pada Maret lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, adanya komitmen investasi dari China senilai US$ 63,4 miliar, atau sekitar Rp 824 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak sektor yang diminati. Khususnya proyek pemerintah Jokowi yang ingin membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt. Kemudian pembangunan bandara, pelabuhan, serta yang cukup hangat menjadi perbincangan adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
China melalui Bank of China (BOC) belum lama ini juga telah menandatangani kesepakatan bantuan pendanaan terhadap sejumlah BUMN. Tak tanggung-tanggung, nilai yang dikucurkan adalah US$ 40 miliar atau setara dengan Rp 520 triliun.
(mkl/dnl)










































