Pengiriman beras ke-11 provinsi di antaranya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Papua dan Aceh, dengan besar kontraknya mencapai Rp 8 miliar untuk jumlah 1.056 ton, dari total kontrak yang disepakati sebanyak 55.000 ton beras kelas premium dengan nilai Rp 429 miliar.
Dalam acara pelepasan pengiriman beras Sulsel yang diangkut menggunakan peti kontainer, Mentan didampingi Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Gubernur Sulsel dan wakilnya, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang, serta Kapolda Sulselbar Irjen Anton Setiadji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau seluruh provinsi melakukan hal serupa untuk ekspor beras maka kita tidak perlu impor beras, saat ini Indonesia masih importir beras tertinggi di Asia," ujar Amran dalam pidatonya.
Dalam acara pelepasan ini, Mentan mengecek langsung beras yang akan dikirim yang sudah disimpan dalam kontainer. Selain itu Amran memantau proses pengangkutan kontainer ke kapal pengangkut peti kemas di Pelabuhan Makassar.
Sebelumnya, Mentan juga menghadiri Rakor Swasembada Pangan dan Percepatan Realisasi Anggaran 2015 se-Sulawesi, di Gedung LAN, Antang, Makassar, yang dihadiri seluruh Dandim se-Sulawesi.
Tahun lalu, pemerintah melalui Perum Bulog mengimpor beras medium sebanyak 50.000 ton. Selain itu, tercatat masih ada impor beras pada awal tahun untuk jenis premium khususnya pada Februari 2015.
(mna/hen)











































