Mentan: RI Importir Beras Tertinggi di Asia

Mentan: RI Importir Beras Tertinggi di Asia

Muhammad Nur Abdurrahman - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 13:01 WIB
Mentan: RI Importir Beras Tertinggi di Asia
Makassar - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melepas pengiriman 1.056 ton beras ke-11 provinsi, di terminal peti kemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2015). Amran menegaskan tak ingin Indonesia terus-terusan jadi negara importir beras tertinggi di Asia.

Pengiriman beras ke-11 provinsi di antaranya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Papua dan Aceh, dengan besar kontraknya mencapai Rp 8 miliar untuk jumlah 1.056 ton, dari total kontrak yang disepakati sebanyak 55.000 ton beras kelas premium dengan nilai Rp 429 miliar.

Dalam acara pelepasan pengiriman beras Sulsel yang diangkut menggunakan peti kontainer, Mentan didampingi Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Gubernur Sulsel dan wakilnya, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang, serta Kapolda Sulselbar Irjen Anton Setiadji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mentan saat ini peningkatan hasil produksi beras nasional mencapai rekor tertinggi, yakni meningkat 5,5 juta ton beras, sesuai data Badan Pusat Statistik. Hal ini tidak lepas pula dari suplai beras dari Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi nasional yang ikut menyuplai daerah lainnya.

"Kalau seluruh provinsi melakukan hal serupa untuk ekspor beras maka kita tidak perlu impor beras, saat ini Indonesia masih importir beras tertinggi di Asia," ujar Amran dalam pidatonya.

Dalam acara pelepasan ini, Mentan mengecek langsung beras yang akan dikirim yang sudah disimpan dalam kontainer. Selain itu Amran memantau proses pengangkutan kontainer ke kapal pengangkut peti kemas di Pelabuhan Makassar.

Sebelumnya, Mentan juga menghadiri Rakor Swasembada Pangan dan Percepatan Realisasi Anggaran 2015 se-Sulawesi, di Gedung LAN, Antang, Makassar, yang dihadiri seluruh Dandim se-Sulawesi.

Tahun lalu, pemerintah melalui Perum Bulog mengimpor beras medium sebanyak 50.000 ton. Selain itu, tercatat masih ada impor beras pada awal tahun untuk jenis premium khususnya pada Februari 2015.



(mna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads