Menhub Jonan Sebut Jepang Butuh 3 Tahun Studi Kereta Cepat

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2015 15:43 WIB
Jakarta - Jepang melalui Badan Kerjasama Internasional Jepang atau JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) telah melakukan studi kereta cepat Jakarta-Bandung. Studi ini lebih lama dari yang dilakukan oleh China.

"Dulu JICA waktu studi HST (High Speed Train) untuk Jepang, itu 2-3 tahun lho. Berapa km, cuma 140 km," kata Jonan di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (2/9/2015)

Jonan tak mau komentar soal studi kereta cepat China yang justru lebih singkat hanya 3 bulan. "Ya mana tahu," kilah Jonan.

Ia mengatakan, belum bisa bicara banyak soal nasib kereta cepat Jakarta Bandung. Semua akan tergantung dengan keputusan tim penilai yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Presiden Jokowi. Sore ini akan berlangsung rapat soal keputusan pemenang kereta cepat.

"Pokoknya gini, nanti setelah rapat, kalau jadi jam 4 Anda tanya ke Pak Darmin sebagai ketua tim. Keputusan tim untuk pak presiden bagaimana," katanya.

Jepang sudah sejak bertahun-tahun lalu telah menyiapkan studi kereta cepat. Sedangkan China, dalam tempo hitungan bulan sudah punya studi kereta cepat untuk Jakarta-Bandung dengan rute sepanjang 150 Km bertarif Rp 200.000. Kereta cepat yang dibuat China ditargetkan selesai akhir 2018, beroperasi 2019.

The Japan External Trade Organization (Jetro), telah mempublikasikan hasil studi proyek kereta cepat atau High Speed Railway (HSR) jalur Jakarta-Bandung pada 2012 lalu.

Dikutip dari situs resminya www.jetro.go.jp, dalam dokumen yang berjudul Study on the High Speed Railway Project (Jakarta-Bandung) Section) Republic of Indonesia November 2012, yang ditujukan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, dari Yachoyo Engineering Co.Ltd dan Japan International Consultants for Transportation Co. Ltd.

Jetro adalah lembaga bentukan Pemerintah Jepang yang bertugas mempromosikan perdagangan dan investasi ke seluruh dunia.

Studi tersebut menyusun alternatif kereta cepat untuk rute menuju Bandung yaitu Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 256 km dan Jakarta-Bandung-Gedebage sepanjang 144,6 km.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan proyek, bila pemerintah Indonesia memutuskan pemenang proyek pada 2015, maka HSR bisa mulai beroperasi tahun 2020. Prediksi jumlah penumpang rute Jakarta-Gedebage mencapai 39.000 orang/hari sedangkan rute Jakarta-Bandung-Cirebon 57.000 orang/hari.

Setelah ditentukan pemenang proyek, pemerintah melakukan akuisisi lahan pada 2015-2016. Lalu menentukan desain detil jalur kereta sebelum 2017. Proyek konstruksi berjalan selama 3 tahun selama 2016-2019. Uji coba dilakukan pada 2019 baru bisa beroperasi penuh pada 2020.

(hen/rrd)