Adhi Karya: LRT Jabodetabek Jalan Terus, Selesai Sebelum Asian Games

Adhi Karya: LRT Jabodetabek Jalan Terus, Selesai Sebelum Asian Games

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 11 Mei 2016 11:27 WIB
Adhi Karya: LRT Jabodetabek Jalan Terus, Selesai Sebelum Asian Games
Foto: Jokowi saat menghadiri groundbreaking LRT Jabodetabek 9-9-2015 (Rachman Haryanto/Detik)
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memastikan proyek pengembangan transportasi massal berbasis rel, Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek tetap berjalan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi ini merupakan kontraktor penerima penugasan untuk pengembangan prasarana LRT Jabodetabek.

"Jalan terus, tetap kita lanjutkan," kata Direktur Keuangan ADHI, Haris Gunawan kepada detikFinance, di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Selain itu, pihaknya masih optimistis LRT Jabodetabek untuk ruas Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas bisa rampung sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita sih masih di 2018 selesai sampai dengan Dukuh Atas," sebutnya.

Meski demikian, Ia mengakui bahwa Adhi Karya belum menandatangani kontrak pekerjaan dengan Kementerian Perhubungan untuk sisi luar Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk sisi dalam kota Jakarta.

"Tentunya kita berharap kontrak segera ditandatangani," sebutnya.

Untuk sementara waktu, Adhi Karya memakai dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima untuk pembiayaan LRT Jabodetabek.

"Kita sementara masih menggunakan dana PMN sebesar Rp 1,4 triliun," jelasnya.

Adhi Karya berharap seluruh pekerjaan nantinya dikoordinasikan dan dibiayai oleh Kemenhub.

"Kita sih masih berharap ini didanai dari APBN, harapannya. Mana yang terbaik sih buat kita, pemerintah memutuskan apa pun, kita berharap sudah tanda tangan, itu saja," tuturnya.

Seperti diketahui, proyek ini sekarang 'tak bertuan' karena penanggungjawab pengembangan dibagi dua yakni Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta. Di sini terjadi perbedaan pandangan mengenai standar lebar rel (gauge) yang dipakai. Hal ini, menurut Kemenhub, menyebabkan pekerjaan fisik bisa mundur ke 2019 atau tidak bisa beroperasi saat Jakarta menjadi tuan rumah pagelaran olah raga negara-negara Asia di 2018. (feb/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads