Menkes: Kurangi Impor, Perusahaan Farmasi Bikin Pabrik Bahan Baku Obat

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 18 Nov 2016 17:22 WIB
Foto: Ajeng Annastasia K
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek, mengatakan sejumlah perusahaan farmasi mulai membangun pabrik bahan baku obat. Ini merupakan wujud meningkatkan penggunaan produk lokal, khususnya bahan baku obat.

"Sudah banyak yang saya ketahui seperti Dexa Medika, kemudian Kimia Farma pun baru-baru ini groundbreaking untuk membuat 14 bahan baku obat. Dia membuat produk garam farmasi dari garam itu yang lain bisa beli untuk membuat cairan infus atau yang lainnya dari garam farmasi," kata Nila, di Jiexpo, Jakarta Pusat, Jumat, (18/11/2016)

Sementara itu, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Maura Linda Sitanggang mengatakan tahun ini ada sekitar 12 industri yang telah mulai bekerja sama dengan perusahaan asing untuk membuat pabrik bahan baku obat. Namun, ia menyebut investasinya masih kecil tanpa menyebutkan secara rinci berapa nilai investasinya, meski begitu menurutnya yang terpenting adalah komitmen membuat pabrik bahan baku.

"Industri-industri yang sudah mulai investasi itu sekitar 12. Sebagian besar memang kerja sama atau join venture seperti Kimia Farma, Kalbe juga join venture. Nilainya masih kecil tapi bagaimana kita start untuk buat bahan baku, bahan baku itu kan dibeli oleh industri lain untuk membuat obat," kata wanita yang akrab disapa Linda.

Dalam waktu dekat menurutnya ada beberapa industri dan BUMN yang akan membuat pabrik bahan baku tetapi masih dalam proses perizinan. Selain pembuatan pabrik bahan baku, beberapa industri juga melakukan ekspansi dengan membuat obat yang belum terbangun di dalam negeri misalnya pabrik yang memproduksi obat kanker.

"Ada industri-industri baru, ada industri yang memperluas kapasitasnya misal ada pabrik obat kanker itu yang tadinya nggak ada mulai mulai formulasi," kata Linda. (hns/hns)