Agar Hasilkan Susu Bermutu, Sapi Diberi Kandang yang Nyaman Hingga Pedicure

Rahma Lillahi Sativa - detikFinance
Senin, 28 Nov 2016 16:13 WIB
Foto: Rahma Lillahi Sativa
Malang - Untuk memenuhi pasokan susu di Indonesia, dibutuhkan produsen yang tidak hanya bisa menghasilkan dalam skala besar tetapi bisa memastikan kualitas produk yang dihasilkannya. Salah satunya adalah PT Greenfields Indonesia.

Atas undangan PT Greenfields Indonesia, detikHealth berkesempatan mengunjungi pabrik susu berstandar internasional ini. Siapa sangka, meski bernama 'bule', produsen susu dan keju ini ternyata berpabrik di Indonesia, tepatnya di kaki Gunung Kawi, Desa Babadan, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Syahbantha Sembiring, Indonesia Country Head of Marketing and Sales PT AustAsia Food, penamaan ini diperlukan agar produknya bisa menembus pasar global. Untuk saat ini saja, Greenfields telah mengekspor produk susunya ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Hong Kong.

"Greenfields memiliki 70.000 ekor sapi yang tersebar di 7 peternakan di China dan 8.000 ekor lebih di Malang. Secara harian produksi kami lebih dari 930 ton susu segar/hari. Di Indonesia, 110 ton susu segar per harinya, salah satu yang terbesar," katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Awak media pun diajak berkeliling ke peternakan mereka yang terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut tersebut. Di tempat yang sejuk itu pulalah awak media diperlihatkan bagaimana cara merawat sapi-sapi mereka sejak baru lahir, ragam makanan yang diberikan, perawatan ketika sakit hingga ke pabrik pengepakan susu.

Baca juga: Kata Dokter, Ini Lho Cara Memilih Susu yang Baik.
Sapi perah di PT Greenfields IndonesiaFoto: Rahma Lillahi Sativa
Sapi perah di PT Greenfields Indonesia

Lalu apa 'rahasia' Greenfields sehingga menghasilkan susu berkualitas? Syahbantha atau akrab disapa Anta ini menambahkan, untuk menghasilkan susu berkualitas tinggi, perusahaannya menggunakan sistem integrated farm, di mana seluruh komponen pengolahan susu terhubung menjadi satu kesatuan, sejak proses pemerahan hingga pengepakan dan siap dilempar ke pasar.

Selain itu, sapi-sapi mereka bukan hanya berasal dari jenis Holstein dari Australia, tetapi juga memperoleh perlakuan 'istimewa'.

Dijelaskan Heru Prabowo selaku Head of Farm PT Greenfields Indonesia, hal pertama yang menjadi perhatian mereka adalah kenyamanan sapi-sapi mereka, baik kandang hingga ke tempat tidur.

"Dari luar memang terlihat biasa, tetapi itu di bawahnya ada matras dari karet, spons, karpet lalu di atasnya dikasih menur atau kotoran sapi yang sudah dikeringkan. Bila mereka nyaman, maka tidurnya semakin lama. Makin lama sapi tidur, makin banyak susu yang dihasilkan," paparnya dalam kesempatan yang sama.

Tak hanya itu, kandang-kandang sapi di peternakan Greenfields berbentuk 'tunnel ventilation' sepanjang 200 meter. Tunnel ventilation di sini berupa lorong yang dilengkapi kipas-kipas raksasa untuk menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang.

"Aliran udaranya bisa mencapai kecepatan 12-20 km/jam jadi dua derajat lebih dingin dari udara luar," urainya.

Kedua, terkait pakan sapi. Rumput merupakan staple atau bahan makanan utama bagi sapi-sapi perah di Greenfields, yaitu 60 persen dari keseluruhan makanan. Ditambah dengan grain sebagai sumber protein dan vitamin-mineral sebagai nutrisi penyeimbang, bahkan beberapa di antaranya diimpor dari mancanegara seperti alfafa hay yang didatangkan langsung dari AS.

"Pola dietnya juga disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis tiap sapi. Untuk itu sapi kami juga punya nutrisionis sendiri," tambahnya.

Heru juga menyebut sapi-sapi di perusahaannya sebagai 'happy cows' karena perlakuan istimewa yang mereka dapatkan. "Sapi-sapi kami juga di-pedicure lho," imbuhnya.

Menurutnya, pedicure pada sapi tidak hanya diperlukan untuk membuat sapi nyaman tetapi juga menghindari cedera pada sapi karena berkuku panjang, yang nantinya bisa berdampak pada volume susu yang mereka hasilkan.

Baca juga: Nutrisi Penyempurna, Ini Dampaknya Jika Kurang Asupan Susu. (lll/hns)