Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Des 2016 11:32 WIB

Bekraf dan BPS Luncurkan Data Statistik Ekonomi Kreatif 2016

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data statistik ekonomi kreatif 2016 yang terdiri dari data makro ekonomi kreatif, yakni PDB, tenaga kerja, dan ekspor, serta hasil dari Survei Khusus Ekonomi Kreatif.

Dari hasil data tersebut, dalam lima tahun terakhir, yakni 2010-2015, besaran PDB ekonomi kreatif mengalami kenaikan dari Rp 525,96 triliun menjadi Rp 852,24 triliun atau meningkat rata-rata 10,14% per tahun.

Nilai ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional berkisar 7,38% sampai 7,66%, dengan sub sektor dominan yakni kuliner, fashion, dan kriya. Laju pertumbuhan PDB ekonomi kreatif 2010-2015 berkisar 4,38% sampai 6,33%.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengungkapkan, data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

"Bekraf mendapat tugas untuk mendorong pertumbuhan PDB ekonomi kreatif mencapai 6,75% dengan serapan tenaga kerja sebesar 17 juta orang serta nilai ekspor produk kreatif mencapai angka US$ 21,5 miliar pada 2019," ungkap Triawan di Swiss-belhotel, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Sektor ekspor komoditi ekonomi kreatif juga meningkat 6,60% atau sebesar US$ 19,36 miliar, dibandingkan 2014 yang mencapai US$18,16 miliar. Tiga sub sektor yang memiliki kontribusi terbesar dari keseluruhan ekspor komoditi ekonomi kreatif adalah fashion 56,27% kemudian kriya 37,52%, dan kuliner 6,09%.

Tiga negara tujuan ekspor komoditi ekonomi kreatif terbesar pada tahun 2015 adalah Amerika Serikat (AS) 31,72% kemudian Jepang 6,74%, dan Taiwan 4,99%.

Sedangkan, untuk sektor tenaga kerja ekonomi kreatif 2010-2015 mengalami pertumbuhan sebesar 2,15%. Jumlah tenaga kerja ekonomi krestif pada tahun 2015 sebanyak 15,9 juta orang, dengan share sebesar 13,90%.

Tiga sub sektor ekonomi kreatif yang paling banyak menyerap tenaga kerja ialah kuliner, kriya, dan fashion dengan total share sekitar 9,34% dari total tenaga kerja ekonomi kreatif.

"Kekuatan ekonomi kreatif terletak pada sumber daya manusia, dari ide-ide yang dihasilkan. Sehingga ekonomi kreatif keberlanjutannya akan terus ada, tidak seperti sektor lain," ungkap Kepala BPS Suhariyanto. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed