ADVERTISEMENT

Rasa Kentang Lokal RI Lebih Lezat, Kenapa Industri Pilih Impor?

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 09 Des 2016 11:38 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Merembesnya kentang impor ke pasar-pasar tradisional membuat harga kentang lokal anlok. Kentang impor umumnya berasal dari jenis atlantik, yang ukurannya lebih besar dibandingkan dengan kentang lokal yang biasanya berasal dari varietas granola.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia (AESBI), Hasan Johnny Widjaja mengatakan, meski sebenarnya rasa kentang lokal lebih enak, pelaku industri lebih tertarik mengimpor kentang.

"Kentang dari Indonesia jarang ada tandingannya. Karena tumbuhnya itu di tanah vulkanik, di gunung-gunung berapi. Rasanya kalau dibandingkan dengan impor beda jauh," jelas Hasan kepada detikFinance, Jumat (8/12/2016).

Menurut dia, penampilan kentang impor yang lebih besar dan harga yang lebih murah, jadi pertimbangan utama pemilihan bahan baku oleh industri seperti untuk keripik kentang atau produk french fries (kentang goreng) di restoran cepat saji.

"Kenapa pilih yang impor? Jelas penampilannya lebih bagus. Rasa nomor belakangan, untuk olahan pabrik mereka nggak butuh rasa, kan buat dikasih bumbu pas diolah, baru enak. Yang penting sesuai kualitas (ukuran besar), karena pengusaha berpikirnya bisnis. Coba saja Anda ke supermarket, itu kentang-kentang impor besar-besar," ujarnya.

Umumnya, lanjut Hasan, kentang impor didatangkan oleh pemasok di Indonesia dari 3 negara yakni India, Pakistan, dan Bangladesh.

"Kentang mau granola atau pun jenis atlantik, umumnya paling banyak asalnya dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Dari China ada, tapi nggak besar," pungkas Hasan. (drk/drk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT