Proyek-proyek Jalan Tol Bergeliat di 2016

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 29 Des 2016 11:09 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Beberapa peletakan batu pertama (groundbreaking) hingga kembali dimulainya pengerjaan jalan tol yang sempat tertunda menghiasi pembangunan infrastruktur jalan tol sepanjang 2016 ini. Sejumlah proyek jalan tol terbilang lancar lantaran strategi pemerintah dalam mengatasi masalah pemebebasan lahan dengan menggunakan dana talangan dan pendirian Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

LMAN bertugas mengelola aset negara, mempertimbangkan permasalahan mengenai kebutuhan dana pembebasan lahan yang tinggi, melakukan perencanaan pendanaan dan pendayagunaan lahan landbank, serta pembayaran ganti rugi pengadaan tanah. Hal ini membuat pelaksana proyek tak lagi ragu melakukan pengerjaan yang telah ditugaskan.

Beberapa proyek jalan tol yang groundbreaking, di antaranya Jalan Tol Pemalang-Batang 39,19 km dan Batang-Semarang sepanjang 75 km, yang akhirnya dilakukan pada medio 2016 setelah sempat tertunda pengerjaannya selama 10 tahun lantaran terhambat oleh masalah pembebasan lahan.

Hingga awal Desember kemarin, pembebasan lahan proyek tol Pemalang-Batang sudah mencapai 65% dan ditargetkan selesai hingga akhir tahun ini.

Adapula pengerjaan kembali tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 km yang kerap tertunda pengerjaannya sejak groundbreaking tahun 1997. Diharapkan proyek dikerjakan oleh PT Waskita Toll Road (WTR) ini bisa selesai 2018 mendatang.

Beberapa jalan tol yang mulai beroperasi di 2016, di antaranya dua ruas tol trans Jawa, yakni ruas Surabaya-Mojokerto Seksi IV yang beroperasi pada 19 Maret 2016 dan ruas Pejagan-Pemalang seksi I dan II yang beroperasi sebelum Lebaran pada 16 Juni 2016.

Kedua ruas ini sendiri sudah selesai secara fisik 100% pada seksi yang dimaksud, dan dibuka secara fungsional untuk dapat membantu pemudik mencari alternatif jalan, sekaligus memecah beban di jalan nasional yang biasanya terjadi penumpukan kendaraan.

Beberapa jalan tol lainnya yang dilakukan Penandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) di akhir 2016 ini, di antaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) sepanjang 36,84 km yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 km yang dikerjakan oleh Waskita Karya. Kedua jalan tol ini membantu meningkatkan pelayanan jalan tol dengan memecah kemacetan yang terjadi pada ruas masing-masing. (mca/mca)