Bongkar Kartel Cabai, KPPU Panggil Bandar-bandar Besar

Bongkar Kartel Cabai, KPPU Panggil Bandar-bandar Besar

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 06 Mar 2017 17:33 WIB
Bongkar Kartel Cabai, KPPU Panggil Bandar-bandar Besar
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mahalnya harga cabai rawit merah lantaran ada permainan di tingkat pengepul besar. Cabai yang seharusnya dipasok ke pasar induk, justru dijual ke industri makanan olahan.

Menyikapi masalah ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)mengungkap praktik kartel ini.

Baca juga: Ungkap Kartel Cabai, KPPU Datangi Daerah Ini

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan kita panggil bandar besarnya. Pemasok yang dipanggil ini berdasarkan informasi dari kepolisian. Karena harganya terlalu eksesif meski diakui produksinya turun sekitar 30%," Kata Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, ditemui di kantor KPPU, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Syarkawi mengatakan, Bareskrim Polri akan mengusut dari sisi pidana, sedang KPPU mengungkap ada tidaknya kartel.

"Jadi kita duga ada pembagian wilayah penguasa pasar. Si A jual sekian di wilayah ini, si B jual alokasinya segini. Kalau itu terpenuhi, itu bisa disebut kartel. Itu yang mau kita lihat," ujar Syarkawi.

Dia berujar, permainan harga sendiri berada pada segelintir pengepul besar yang selama ini memasok cabai ke pasar induk. Meski produksinya turun, harga cabai rawit sendiri seharusnya di kisaran Rp 80.000-90.000/kg.

Baca juga: Kementan Sebut Ada Kartel Cabai Rawit Merah, Ini Buktinya

Namun kenyataan di lapangan, harganya menembus Rp 160.000/kg.

"Sekarang harga tinggi masalahnya ada yang di tengah rantai distribusi yang pasok cabai ke pasar induk. Ini yang membuat harga sampai di pasar itu sampai Rp 160.000/kg. Pemain yang tidak banyak ini yang bisa kendalikan dan bagi-bagi pasokan," pungkasnya. (idr/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads